Kutunggu Hijrahmu

Kutunggu Hijrahmu

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 22, 2020
"Astaghfirullahaladzim" -Detha "MasyaAllah, Abang jadi pindah agama?" -Senja Senyuman dan semburat merah hadir di wajah Senja ketika tau, kakak kelas yang paling dekat dengannya kini berhijrah. Dia kaget, sangat kaget. Orang yang dia kira hanya bercanda saat ditanya, "Abang mau hijrah?" dan dijawab dengan senyuman jahil. Ternyata sekarang dia telah menepati omongannya. Sungguh, betapa bahagia Senja melihatnya. 3 tahun berlalu "Assalamualaikum" "Silahkan duduk nak Detha, Pak, Bu, cari Senja ya?" "Iya Bu, sama bapak juga kalau ada" jawab sosok itu dengan mantap. Sang ibu berlalu memanggil suami dan putri tercintanya dan bergegas menuju dapur. Beberapa menit ia kembali membawa tiga gelas minuman dan bergabung dengan mereka. "Jadi pak, Bu, langsung ke intinya saja. Saya, Muhammad Detha Habibi datang bersama orang tua saya kemari untuk melamar putri bapak, Senjanisha Khadijah Adinda Sriwulan untuk menjadi pendamping hidup saya. InsyaAllah saya telah memantapkan hati saya untuk meminang Senja dan saya siap menerima apapun jawaban dari Senja" Kata-kata yang meluncur mulus penuh ketegasan bercampur rasa gugup itu dengan sukses membuat Senja menunduk dengan wajah merah merona.
All Rights Reserved
#258
kakakkelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not A Perfect Husband ✔
  • Takdirku Untukmu (END)
  • Senja dan Jingga
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Masa Remaja si Penikmat Senja
  • Unplanned marriage
  • Senja untuk Genta
  • Cerita di Balik Senja
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Cinta & Air Mata✔️ (SELESAI)

Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines