Paradoks Cinta✅

Paradoks Cinta✅

  • WpView
    Reads 1,697
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 23, 2022
Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik untuk diri sendiri, tak terkecuali dengan rasa cinta. Cinta kepada keluarga membuat Jani tak bisa menentang keinginan ayah untuk menjadi dokter. Diam-diam Jani mengikuti ekskul jurnalistik, karena ia ingin menjadi wartawan. Walaupun dituntut menjadi dokter, Jani pikir tak masalah bila minatnya di bidang jurnalistik dikembangkan. Tidak ada yang tahu bukan takdir Jani akan memiliki profesi seperti apa? Sayangnya semakin lama mendekam di ekskul jurnalistik, keinginannya menjadi wartawan semakin besar. Akankah rahasia Jani hingga lulus bisa dapat disembunyikan? Apakah takdir Jani menuntunnya menjadi dokter sesuai kemauan keluarga ataukah menjadi seorang wartawan sesuai kemauannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jurnal Dokter Muda
  • Heartbeats of the ER [END]
  • Lovemedical
  • Docter [END] [-REVISI)
  • Rasa Dalam Sujudku
  • ZAWIL
  • DOCTOR CRAZY - [V BTS]
  • Orange Flight (End) ✔
  • Live With Seventeen

Tiga belas dokter muda, baru lulus pendidikan spesialis dan umum, tinggal dalam satu kost sederhana di sudut kota Bandung. Mereka bukan sekadar rekan kerja, tapi teman seperjuangan yang menghadapi dunia rumah sakit dengan segala tekanan, darah, tawa, dan luka yang tak selalu kasat mata. Setiap hari adalah kisah baru-antara ruang tindakan, pasien yang kritis, konflik antar spesialis, hingga rahasia pribadi yang tak semua berani diungkap. Ada Adi, si tenang yang diam-diam mengidap anemia dan hemofilia. Ada Dion, satu-satunya dokter umum yang berusaha jadi penengah di antara para spesialis. Hao, si flamboyan yang dijuluki "buaya" karena tingkahnya di luar jam kerja. Dan mereka semua, satu per satu, dihadapkan pada batas antara kemanusiaan dan profesionalisme. Namun ketika tubuh dan emosi mulai jatuh satu per satu, mereka belajar bahwa menjadi dokter bukan cuma soal menyembuhkan-tapi juga bertahan hidup di antara rasa bersalah, kehilangan, dan cinta yang tertahan. Di tengah gedung rumah sakit yang tak pernah tidur, di antara bunyi monitor dan panggilan code blue, kisah mereka terus berjalan. Karena di balik jas putih itu... ada tiga belas jiwa yang juga ingin didengar. --- • Bahasa kadang baku kadang non baku Jangan lupa vote dan coment

More details
WpActionLinkContent Guidelines