MENCINTAI SENDIRIAN

MENCINTAI SENDIRIAN

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 10, 2020
"Aku Mencintai mu Ahmad, sudah sejak dulu" "Maaf aisyah, selama ini kau hanya teman untuk ku" Sejak aisyah mendengar pernyataan itu keluar dari mulut ahmad, aisyah tidak berani untuk bertatap muka lagi dengannya... Apakah aisyah masih mencintai ahmad setelah penolakan hari itu? Bagaimana perasaan Ahmad sebenarnya terhadap Aisyah? Akan kah Allah menyatukan mereka berdua?
All Rights Reserved
#103
rizky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Mengertilah sebernya aku mencintaimu
  • senja di matamu
  • Cinta Datang Terlambat [END]
  • MUSUH JADI CINTA!!!!!!!!!!!!!!!
  • Benthala Gharam
  • Ketentuan dari-Nya ( Wattys 2018) (Hiatus)
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • How Can I LOVE YOU?! /Ari Irham
  • Persimpangan Jalan (END)

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines