AIRA
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2020
Mencintai itu tidak salah, meskipun yang di cintai adalah milik orang lain. Karena Cinta adalah sebuah rasa yang hadir di dalam hati tanpa kita bisa memahami mengapa rasa itu ada. Cinta itu bukan karena harta, jabatan, kedudukan, wajah, pangkat ataupun kasta. Cinta itu ada di hati. Yang salah dalam Cinta adalah egois untuk memilikinya dan menyakiti hati orang yang di cintainya. Al tidak pernah egois dan terobsesi untuk memiliki Aira. Aira adalah cinta pertama Al dan Al tidak tahu kapan rasa cintanya kepada Aira akan berakhir. Akankah kisah cinta Al dan Aira bersatu? Banyak luka, air mata, tantangan dalam kisah cinta Aira dan Al. Apalagi Aira adalah milik orang lain. Kisah cinta yang mengharu biru hadir ketika masa SMA hingga mereka menua. Nantikan Kisah selanjutnya.
All Rights Reserved
#314
al
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perayaan mati rasa
  • Aira
  • Together with The Sundown
  • Bulan Retak di Langit Senja
  • LISTEN | ENHYPEN
  • Serumit Rasa (COMPLETED)
  • Antara seamin dan seiman

Selama dua tahun, Aira mengunci hatinya rapat-rapat. Sejak hubungan terakhirnya hancur, ia memilih dunia maya sebagai pelarian-tempat di mana ia bisa tertawa tanpa harus menunjukkan luka, dan bisa menangis tanpa harus dilihat siapa pun. Aira percaya bahwa cinta hanyalah luka yang tertunda, sampai akhirnya ia bertemu seseorang yang membuatnya mulai merasa hidup kembali. Di balik layar ponsel, obrolan demi obrolan tumbuh menjadi harapan baru. Tapi ketika kenyataan datang menghantam, luka lama belum sembuh, luka baru justru menganga lebih dalam. Apakah Aira benar-benar mati rasa, atau ia hanya pura-pura kuat agar tidak terlihat rapuh? Dalam kisah tentang kehilangan, pencarian, dan keinginan untuk merasa utuh kembali, Aira harus memilih: tetap bertahan dalam "perayaan mati rasa"-atau membuka hatinya untuk sesuatu yang mungkin bisa menyelamatkannya... atau menghancurkannya sekali lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines