Bagaimana rasanya ketika kalian dibeda-bedakan dengan kembaran kalian?
Sakit?
Ya, itulah yang dirasakan Karin saat setiap orang yang tau bahwa ia kembaran Kinar. Mereka mengatakan kalau Karin tidak sama dengan Kinar, terutama sifatnya.
Karin itu bodoh, nakal, pembangkang, badgirl, playgirl, dan cool tapi humble. Sedangkan, Kinar itu penurut, solehah, taat agama, pemalu, dan pintar di akademik.
Belum lagi sang Ayah yang terlihat membedakan kasih sayang hanya karena kejadian itu. Kejadian dimana semua kehidupan Karin yang cerah berubah menjadi gelap. Karin beranggapan Tuhan tak menyayanginya, ia selalu menderita. Dia lelah dianggap berbeda dengan Kinar, ia selalu berpikir.
Apakah kembar itu harus memiliki wajah dan sifat yang sama?
Boleh kah dia membenci kembarannya yang sempurna itu?
Ampun deh punya kakak kayak dia, jalan pikirannya sulit ditebak mungkin otaknya berisi labirin yang gak bakalan bisa kita temuin jalan keluarnya. Selain itu, mulutnya itu loh, kalau sudah bicara menyayat kayak pisau yang baru diasah alias tajam banget.
Walaupun mulutnya tajam dan pedas, tapi dia itu partner curhat yang baik, selalu mendengarkan apa yang aku ceritakan. Kira-kira dia masuk klasifikasi manusia baik, jahat atau aneh ya?