Bagaimana rasanya ketika kalian dibeda-bedakan dengan kembaran kalian?
Sakit?
Ya, itulah yang dirasakan Karin saat setiap orang yang tau bahwa ia kembaran Kinar. Mereka mengatakan kalau Karin tidak sama dengan Kinar, terutama sifatnya.
Karin itu bodoh, nakal, pembangkang, badgirl, playgirl, dan cool tapi humble. Sedangkan, Kinar itu penurut, solehah, taat agama, pemalu, dan pintar di akademik.
Belum lagi sang Ayah yang terlihat membedakan kasih sayang hanya karena kejadian itu. Kejadian dimana semua kehidupan Karin yang cerah berubah menjadi gelap. Karin beranggapan Tuhan tak menyayanginya, ia selalu menderita. Dia lelah dianggap berbeda dengan Kinar, ia selalu berpikir.
Apakah kembar itu harus memiliki wajah dan sifat yang sama?
Boleh kah dia membenci kembarannya yang sempurna itu?
Karin adalah gadis cantik yang tumbuh dewasa, kehidupannya baik dan sangat mulus. Karir yang bagus, pernikahan yang bahagia sampai dikaruniai dua anak yang cantik dan sehat. Sahabat-sahabat yang selalu ada untuknya, bahkan Karin tak pernah melupakan teman-teman semasa sekolah maupun dalam dunia kerja.
Semuanya terasa sempurna, Karin terlihat seperti wanita sempurna di mata semua teman-teman, keluarga dan lingkunganlingkungan sekitarnya.
Namun, sebuah pesan singkat yang ia kirimkan kepada salah satu teman sekolahnya dulu, berhasil membuat hidup Karin berubah secara perlahan. Secara perlahan mematikan hati dan merubah mentalnya yang awalnya ceria, menjadi pendiam dan penakut. Setiap hari Karin selalu waspada akan sesuatu hal, Karin tidak tahu apa yang ada di isi pikiran teman sekolahnya itu.
Terlihat seperti pria baik-baik yang religius, tapi berhasil membuat Karin mati rasa akan segala hal termasuk hal-hal yang ada di sekelilingnya. Pria itu menginginkan Karin, Karin menyadari hal itu. Tapi bagaimana caranya menghindari pria itu secara perlahan di tengah kondisi kehidupannya yang bahagia? Karena pria itu tahu semua masa lalu Karin.