HI! AB PART 2

HI! AB PART 2

  • WpView
    GELESEN 1,785
  • WpVote
    Stimmen 1,889
  • WpPart
    Teile 166
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Fr., Dez. 4, 2020
WpInfo
Poesie
Aku Masih Hidup, Babak Baru Yang Aku Tempuh Masih Berjalan Dengan Bantuan Sang Waktu. Oh Iya , Ini Lanjutan Sepenggal Kata Dan Kalimat Yang Tidak Sempat Tertuang Di Part Pertama. Ternyata Batasan Selalu Ada, Kukira Aku Bisa Mengisahkan Semuanya Di Karya Sebelah. 365 Diary Setiap Hari, Akan Berlanjut Disini. Lebih Baik Kamu Selesaikan Terlebih Dahulu, Urusanmu Di HI! AB Part Satu. Karena Disini Semuanya Akan Lebih Rumit Lagi, Di Penghujung Umurku Yang Masih Berumur 17 Tahun. Aku Terbangun, Dengan Babak Baru Yang Mengharuskan Aku Untuk Bekerja Dengan Alasan Aku Sudah Dewasa.
Alle Rechte vorbehalten
#45
writer
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Narasi patah hati
  • Kepada sang pencipta rindu
  • CLARA
  • REGATHAN [END]
  • Pacarku Misterius [HIATUS]
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • Look At Me!!!
  • Nayra✔️
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien