Chittara Ratih

Chittara Ratih

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 3, 2021
"Apa salah wanita yang ingin belajar,mereka juga memiliki Hak yang sama tentang kebebasannya didunia ini bahkan negara juga mengakuinya" Teriak Ratih membantah perkataan warga kampungnya. "Wanita itu ditakdirkan untuk menjadi Ibu dan Tiang sebuah rumah, sudah sepantasnya kau sebagai seorang gadis mengikuti Takdirmu"Pak Rama sebagai Sesepuh desa mulai jengah dengan tingkah sang gadis pembangkang. "Aku sering bernyanyi didesa ini bahkan para pekerja lainpun menikmatinya,lalu apa salahku ingin mengembangkannya.ini bukan lagi tentang adat yg kau junjung namun ini adalah egois yg tak terbendung" teriaknya lagi dengan menuding jarinya didepan kepala desa. Plakkkk..... " Kau seorang gadis Ratih,bersikaplah selayaknya gadis didesa ini.jangan terlalu bangga dengan kelebihan yang Tuhan berikan kepadamu,kau sangat congkak"Kali ini istri sang Kepala desa mulai naik pitam dan kehilangan kendali. RATIH DARA SAMASTYA Chittara Ratih
All Rights Reserved
#965
musik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bucin Part 1 (Sudah Open Pre-Order)
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Kisah Ku  [ END ]
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN - TAMAT
  • Mencari Kebenaran Cinta
  • zaya dan abrisyam [TERBIT]
  • JODOH UNTUK PAK DOSEN
  • De Caelum
  • PERJUANGAN DOA[END]

"Kamu lagi, kamu lagi! Kapan kamu berhenti bikin masalah, Andika!" Lagi-lagi Andika terciduk pihak sekolahan karena ikut tawuran dengan SMA sebelah. Andika selalu saja membuat ulah di sekolahannya hingga semua guru lelah menasihatinya. Hal yang sering Andika lakukan adalah, selalu datang terlambat. Bisa dihitung satu tahun sekolah, hanya beberapa hari ia berangkat tepat waktu ke sekolahannya. Itu pun kalau dia berangkat dengan orang tuanya saat orang tuanya dipanggil ke sekolahan untuk menerima surat peringatan. "Aku mau berhenti, kalau ibu menerima cintaku." Andika dengan lugas mengatakan hal tersebut di depan guru BK nya yang ia taksir. "Anak masih bau kencur saja sudah ngomongin cinta, sekolah saja masih sering terlambat!" ucap Cintya dengan gemas. Cintya, guru BK yang baru untuk menggantikan guru yang dipindah tugaskan ke SMA lain. Tidak disangka Andika malah naksir dengan guru barunya itu karena kegalakannya yang unik menurut Andika. "Lihat saja, akan aku buat ibu bucin sama aku. Sama seperti nama ibu, Bucin. Bu Cintya," ucap Andika. Cintya semakin geram dengan tingkah muridnya yang lain daripada yang lain. Selalu saja membuat dirinya naik darah saat berhadapan dengannya. Namun, itu adalah hal yang Andika suka saat melihat Cintya jengkel di hadapannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines