Chittara Ratih

Chittara Ratih

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 3, 2021
"Apa salah wanita yang ingin belajar,mereka juga memiliki Hak yang sama tentang kebebasannya didunia ini bahkan negara juga mengakuinya" Teriak Ratih membantah perkataan warga kampungnya. "Wanita itu ditakdirkan untuk menjadi Ibu dan Tiang sebuah rumah, sudah sepantasnya kau sebagai seorang gadis mengikuti Takdirmu"Pak Rama sebagai Sesepuh desa mulai jengah dengan tingkah sang gadis pembangkang. "Aku sering bernyanyi didesa ini bahkan para pekerja lainpun menikmatinya,lalu apa salahku ingin mengembangkannya.ini bukan lagi tentang adat yg kau junjung namun ini adalah egois yg tak terbendung" teriaknya lagi dengan menuding jarinya didepan kepala desa. Plakkkk..... " Kau seorang gadis Ratih,bersikaplah selayaknya gadis didesa ini.jangan terlalu bangga dengan kelebihan yang Tuhan berikan kepadamu,kau sangat congkak"Kali ini istri sang Kepala desa mulai naik pitam dan kehilangan kendali. RATIH DARA SAMASTYA Chittara Ratih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa (END)
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • AURORA
  • IN SYAA ALLAH
  • Berjodoh Dengan Ustadz Tampan
  • Diantara 2 Bidadari Surga [ On Going ]
  • Gus Arsya
  • Mencari Kebenaran Cinta
  • JODOH UNTUK PAK DOSEN

"Aku baru sadar bahwa perasaanku sama Raisa lebih dari sekedar teman, tetapi apa Raisa juga merasakan hal yang sama?" Ujarku dalam benakku Saat itu aku mengajak Raisa ke taman kota dan kemudian aku mengajaknya bermain di sebuah ayunan, aku sangat bahagia saat melihat dia bahagia ketika dia besamaku. Namun seketika itu semua menjadi runtuh saat kedatangan seorang lelaki, dibalik kejauhan dia memperhatikan kami berdua dan kemudian tiba-tiba di memegang tangan Raisa dan mengajaknya pergi. "Sa" ungkapnya sembari memegang tangan Raisa "Kak Yudha, kok ada disini?" Tanya Raisa dan kemudian dia merampas tangan Raisa dari genggaman ku Aku kira cerita cinta masa SMA aku akan berlalu begitu saja, meski meninggalkan kenangan yang sedikit menyakitkan namun pula menyisakan banyak sisa-sisa kebahagiaan yang apabila aku terkenang maka akan membuat aku rindu akan masa-masa itu. Bukan hanya dengan cerita kala itu, namun juga orang-orang dalam kisah hidupku. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines