60 Menit Untuk Naura

60 Menit Untuk Naura

  • WpView
    LECTURAS 107
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 27, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
JANGAN LUPA VOTE SEBELUM BACA! KASIH KOMEN YANG BAWEL! Memiliki pacar, tapi masih merasa sendiri, bagaimana jika itu terjadi pada kalian? Pacar yang kalian anggap sebagai pelindung, justru banyak memberi kita luka sakit, bukan? itulah yang Naura rasakan sekarang, Azril yang sering mementingkan urusan pribadinya menduakan Naura, bahkan seperti melupakannya. Apakah Naura bisa melewati semuanya sendiri? "Dewasa sedikitlah, Ra. Jangan sedikit-sedikit nangis. Aku tidak suka dengan cewek cengeng!" "Aku sibuk, pergi saja sendiri!" "Jangan ganggu aku! Mata Kamu di mana, sih?" "pergi sana! Bikin kepala aku pusing." "Jangan pernah mengeluh kepadaku!" "Selesaikan masalahmu sendiri!" "Kamu sakit pasti pura-pura? Aku tidak akan percaya kepadamu." *** "Stop! Kenapa Kamu tega terhadap aku, Zril? Apa aku harus mati dulu baru Kamu mau memperhatikan aku? Jika itu maumu akan aku kabulkan!" Naura berlari meninggalkan Azril yang sedang mematung di tempat. "Naura, jangan lari! Awas ada mobil!" teriak Azril ketika melihat mobil yang akan menabrak Naura. "Aaaa ...." Brak! Tubuh Naura terpental hingga terkena pembatas jalan. Darah sudah mengalir deras membasahi aspal berwarna abu-abu itu. "Aku cuma mau 60 men--it dar--i Ka--mu, Az--ril." Deg! Netra naura tertutup melepas semua beban yang ia derita karena Azril. "Naura!" teriak Azril sambil memegang pipi Naura.
Todos los derechos reservados
#908
menyesal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BOY & SENJA
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Arsyilazka
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  • Deksa 's Diary
  • ALETA
  • 27 FEBRUARI
  • ALSTARAN [END]
  • Davin [On Going]
  • SCRATCHES (completed)

[FOLLOW AUTHOR SEBAGAI UANG PARKIR] Ada luka yang tak bisa dilihat. Ada kenangan yang tak bisa dihapus. Ada nama yang terus bergema dalam ingatan, meskipun pemiliknya sudah lama menghilang. Boy Zayendra Valtan tumbuh dengan kepalan tangan dan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Hidupnya bukan tentang mencari kebahagiaan-tapi tentang bertahan. Ia mengubur semua yang rapuh dalam dirinya, menenggelamkan masa lalu di balik geng motor, perkelahian, dan jalanan yang selalu membawanya pulang dalam keadaan babak belur. Namun, semuanya mulai retak saat ia kembali bertemu dengan seseorang dari masa lalunya. Senja Aprilianti Alvarina. Sebuah nama yang terasa akrab. Sebuah wajah yang seharusnya hanya ada dalam ingatan masa kecil yang buram. Tapi kenapa setiap melihatnya, Boy merasa seperti sedang melihat bayangan dari sesuatu yang telah ia lupakan-atau sengaja ia buang? Ada sesuatu di antara mereka. Sebuah cerita yang belum selesai. Sebuah kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik ingatan yang terfragmentasi. Namun, pertanyaannya adalah... Apakah semua itu pantas diingat? Atau justru ada alasan kenapa masa lalu seharusnya tetap terkubur? Karena tidak semua yang kembali membawa kehangatan. Beberapa, hanya akan membuka luka yang lebih dalam... dan menghancurkan segalanya. "Gue pikir, kalau gue cukup kuat, cukup keras, cukup kejam sama dunia, gue nggak akan takut kehilangan lagi. Tapi pas dia muncul, gue sadar... gue cuma bocah tolol yang nggak pernah benar-benar siap ditinggal pergi." Senja: "Mungkin kita nggak bisa siap. Tapi aku yakin, kamu bakal kuat. Walau kadang, kehilangan itu tetap datang." ‼️ TINGGALKAN JEJAK, WAJIB ‼️ /Semua ini hasil karangan sendiri!! dilarang plagiat‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido