TOXIC WOMAN

TOXIC WOMAN

  • WpView
    LECTURES 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 3, 2020
Terdengar dentuman tembakan yang membuat seorang pria meringis kesakitan. Tidak ada seorang pun yang mendengarnya, meski dia sudah berteriak sekuat tenaga. Namun, nyawanya sudah pasti tidak tertolong. Wanita bergaun hitam yang dengan menggunakan sarung tangan berwarna merah darah. Dengan senyum samarnya yang menandakan menikmati setiap rasa sakit dari mangsanya. "Dasar kau wanita beracun-lebih baik kau habisi aku saja dengan cepat!" ucap seorang pria dengan lirih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Wanita itu berdesis, "Sayang, tidak semudah itu!" Tidak ada yang bisa lepas dari genggamannya, dia akan terus mengejar siapa saja yang sudah membuatnya kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dia dikenal dengan TOXIC WOMAN.
Tous Droits Réservés
#222
woman
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Secret Of Us
  • His touch, Her desire
  • SHAVA (COMPLETED)
  • REDFLAG BOY
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Gadis Bukan Perawan [ Complete ]
  • Obsessed (COMPLETED)
  • GASLIGHT ✓

Tas mewah diletakkan di samping meja dan seorang wanita berwajah cantik dan bertubuh seksi idaman. Dia melepas pakaian dan jubahnya yang menceritakan karirnya. Tubuh nyaris telanjang ditutupi atasan bra dan celana dalam. Dia menarik rambutnya dengan jari-jari panjang yang indah yang memperlihatkan lehernya yang panjang dan dapat dicium sebelum memasuki kamar mandi untuk bersantai setelah hari yang melelahkan. Bak mandi Jagucci putih untuk 2 orang diisi air hangat, wajah cantik menatap bak mandi dengan mata kosong sebelum kulit tubuh putih bagai susu masuk ke dalam bak mandi. Untuk mengusir pikirannya memikirkan kebahagiaannya bisa bersama dengan cintanya di bak mandi ini dan menghabiskan waktu dengan bahagia bersama. Namun hari ini tidak sama dengan sebelumnya ketika Dr. Fah-Lada Thananusak dibiarkan tinggal dengan kenangan menyakitkannya. Hampir satu tahun ia masih mengingat semua kenangan indah bersama sang kekasih karena sudah bersama selama tiga tahun. Wajah cantiknya menyeringai ketika mendengar lagu pilihannya. Liriknya membangunkan ingatannya yang menyakitkan. Dia menutup matanya dan melepaskan perasaannya dengan lagu tersebut. "Dia mencampakkanku. Kenapa aku selalu memikirkannya?" mengingatkan diriku sendiri tapi hati tak pernah mendengarkan. Selalu merindukan wanita tak berperasaan. Keluarganya ingin Fah-Lada kembali dan bekerja di rumah sakit keluarga kecuali dia tinggal di luar negeri. Kembali ke Thailand menyebabkan dia merindukan wanita tak berperasaan itu. Wanita yang menawan, menggemaskan, dan lembut, kenapa dia begitu tidak berperasaan. Dia putus denganku dengan mudah. Tok Tok Tok Tok!!! "Nona Fah-Lada" "Ada apa Oun (ibu susunya/pengasuh)"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu