TOXIC WOMAN

TOXIC WOMAN

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 3, 2020
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Terdengar dentuman tembakan yang membuat seorang pria meringis kesakitan. Tidak ada seorang pun yang mendengarnya, meski dia sudah berteriak sekuat tenaga. Namun, nyawanya sudah pasti tidak tertolong. Wanita bergaun hitam yang dengan menggunakan sarung tangan berwarna merah darah. Dengan senyum samarnya yang menandakan menikmati setiap rasa sakit dari mangsanya. "Dasar kau wanita beracun-lebih baik kau habisi aku saja dengan cepat!" ucap seorang pria dengan lirih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Wanita itu berdesis, "Sayang, tidak semudah itu!" Tidak ada yang bisa lepas dari genggamannya, dia akan terus mengejar siapa saja yang sudah membuatnya kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dia dikenal dengan TOXIC WOMAN.
All Rights Reserved
#632
woman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "LOVE AGAIN"
  • GASLIGHT ✓
  • Secarik Kertas Pengantar Tidur
  • 🔞✓The Plaything of the Demon Dragon (Ancient Word H) - 妖龍的玩物 (古言H)
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines