TOXIC WOMAN

TOXIC WOMAN

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 3, 2020
Terdengar dentuman tembakan yang membuat seorang pria meringis kesakitan. Tidak ada seorang pun yang mendengarnya, meski dia sudah berteriak sekuat tenaga. Namun, nyawanya sudah pasti tidak tertolong. Wanita bergaun hitam yang dengan menggunakan sarung tangan berwarna merah darah. Dengan senyum samarnya yang menandakan menikmati setiap rasa sakit dari mangsanya. "Dasar kau wanita beracun-lebih baik kau habisi aku saja dengan cepat!" ucap seorang pria dengan lirih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Wanita itu berdesis, "Sayang, tidak semudah itu!" Tidak ada yang bisa lepas dari genggamannya, dia akan terus mengejar siapa saja yang sudah membuatnya kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dia dikenal dengan TOXIC WOMAN.
All Rights Reserved
#787
adultromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obsessed (COMPLETED)
  • Gadis Bukan Perawan [ Complete ]
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • I'm Sorry (Done)
  • Isabella - "A" series #1[END]
  • "LOVE AGAIN"
  • REDFLAG BOY

WARNING: (be wise for younger readers under 17, THIS STORY CONTAINS MATURE THEME AND STRONG LANGUANGE +) beberapa part akan di private. Follow if u wanna read it. Enjoy guys! ** Tangan keras laki-laki itu menggenggam erat jemarinya. Menelusup di sela-sela jarinya, mengunci pergerakan yang akan membuat wanita itu pergi. Tatapan matanya yang tajam dengan iris mata hitam pekat terus menatap tajam ke jalanan sambil menarik wanita itu yang bejalan terseok-seok mencoba menyeimbangkan langkah-langkah besar lelaki itu. Sampai di persimpangan jalan, ada sebuah lorong gelap nan sempit, laki-laki itu membawa wanitanya kesana. Menubrukkan tubuh wanita itu ke dinding. Wanita itu meringis menahan perih di punggungnya, namun ia tak berani untuk berontak. Ia menundukkan kepalanya dengan takut, menggigit bibir bawahnya tanda bahwa ia sedang merasa gugup atau takut. Organ vital di dalam dadanya berdentam dentum dengan cepat, memompa aliran darahnya yang dengan cepat naik ke kepala. Jemari kasar dan hangat lelaki itu mencoba meraih dagunya untuk mengangkat kepalanya. Tepat disana. Mata hitam itu tidak lagi menatap penuh intimidasi, kini mata hitam pekat itu menatap mata wanita itu dengan tatapan sendunya yang begitu memabukkan. Mencari-cari letak fokus wanita itu. Ia mendekatkan kepalanya pada wanita yang kini tengah menunggu aksinya, membuka sedikit bibirnya dan mencecap rasa manis bibir wanita itu. Seakan gejolak amarah yang siap membludak, menguap entah kemana. Wanita itu adalah candu baginya. Wanita itu adalah jiwanya. Setiap nafas yang dihembuskan oleh wanitanya, itu adalah nyawa untuk dirinya sendiri. Ciuman penuh hasrat dan sarat akan tak mau kehilangan. Ciuman menggebu seakan dikejar waktu. "Kau hanya milikku, Laura, selamanya akan begitu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines