No Men, No Cry

No Men, No Cry

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 5, 2020
"Go away, Luke!" Lana mencoba mendorong Luke menjauh darinya. Namun badan Luke yang berukuran jauh lebih besar dibanding Lana sama sekali tidak terpengaruh oleh dorongan itu. "Please!" Lana memohon kepada Luke. "Kenapa kau terus mendorongku menjauh?" Tanya Luke heran. "Because i don't want you in my life." Ujar Lana. ****** Lana sudah muak dengan para wanita yang patah hati dan dipermainkan laki-laki karena terlalu menggantungkan diri mereka pada laki-laki. Lana berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan memegang kendali hidupnya sehingga tidak akan ada yang bisa mempermainkannya lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Waktu Bersamamu
  • 𝑮𝑨𝑫𝑰𝑺 𝑷𝑶𝑳𝑶𝑺 𝑴𝑰𝑳𝑰𝑲 𝑴𝑨𝑭𝑰𝑨
  • I am stuck √
  • ALGARA [END]
  • LILIANE (FINISHED)
  • Stalker
  • Sejarah Kita
  • ChikoElvana
  • HER SHADOW
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

"Aku paham. Namun, kamu butuh pelukan itu. Kenapa menghidariku setelah pulang dari luar kota sampai sekarang, Ngel?" tanya Brama. Deg! Mendengar pertanyaan Brama, Angel memejamkan mata dia merasakan guyuran hujan yang semakin deras jatuh ke kepala dan wajahnya. Jujur, dari hati yang paling dalam, dia menjauhi Brama karena Angel tak ingin kehilangan seperti yang terjadi pada Fahmi, walau pun dia tidak akan membandingkan keduanya. Angel hanya tidak mau hal itu terulang lagi. Setelah membuka mata, menghela napas dan menyisirkan rambutnya yang basah itu ke belakang dengan tangan kanan, Angel memandang depan. "Tak apa, Bram. Kamu nggak perlu tahu," jawab Angel. Jawaban itu membuat Brama kembali menghampiri Angel dan dia berdiri di hadapan Angel dengan posisi menyamping, sedangkan Angel dia menoleh kepada Brama. Namun, matanya memandang ke arah lain. Brama pun mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya agar dia dapat memandang wajahnya. "Kalau kamu nggak mau mejawab atas pertanyaanku, biar aku cari tahu sendiri, Ngel," kata Brama masih dengan posisi yang sama. 🌼🌼 Kisah ini berlanjut, Brama dan Angel semakin dalam untuk mencari jawaban tersebut. Apakah jawaban itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines