Selendang Hati

Selendang Hati

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 3, 2020
Blurb Putri membuka perlahan kotak tersebut. Saat terbuka separuh, raut wajah Putri berubah menjadi penuh tanya. Dalam kotak tersebut terdapat sebuah selendang berbahan sutera warna merah dan sebuah gulungan kertas yang telah lusuh dan diikat pita berwarna merah. "Baca surat itu!" Pak Karsa memerintah Putri. "Ini apa, Pak?" ----- Sebuah selendang dan filosofinya diwasiatkan oleh mendiang ibunya. Kepergian sang ibu pun mengubah dinamika dalam keluarganya. Bapak menjadi tempramental, sementara sang adik mengalami trauma yang mengakibatkan enggan untuk bicara. Hatinya yang sempat terpaut pada seseorang sebagai cinta monyetnya pun harus dijaga, sebab bapak telah menerima lamaran dari pemuda lain. Sanggupkah Putri menghadapi semua? Bagaimana dengan hatinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lamunan Membawamu Kembali 2.0 [END]
  • Cerita yang Tak Selesai βœ¨πŸ’”πŸŒ™ || TAMAT
  • A Light Far in Sight
  • π‘¨π’Œπ’”π’‚π’“π’‚ π‘«π’Š π‘³π’‚π’π’ˆπ’Šπ’• 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • THE KING OF DEMON
  • Rumah ke Rumah
  • Ephemeral{Fanfic Boboiboy} βœ”οΈ
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)

Fahira Citra Putria adalah lulusan baru dari Jurusan Ilmu Komunikasi dan kini telah sukses meniti karier sebagai sekretaris di sebuah perusahaan terkemuka di Indonesia. Sejak masa kuliah, ia memiliki tiga sahabat dekat, yakni Monika, Rabella, dan Anggita. Pada suatu hari, Hira secara tak sengaja menyaksikan dengan jelas sosok yang telah ia kagumi selama bertahun-tahun kini berdiri tepat di hadapannya. Ia pun diliputi kebingungan-apakah ini hanya ilusi dalam mimpi, atau justru kenyataan yang selama ini ia tunggu-tunggu. *** "Gue udah pernah bilang kalau gue belum siap buat ngejalin hubungan kayak gitu. Makanya gue sengaja ngejauh dari lo, supaya lo bisa mulai terbiasa lupain gue, Ra. Tapi kenapa sekarang lo malah nekat banget, sampai nyamperin ibu gue dan nyeritain hal yang seharusnya enggak usah lo sampein ke beliau? Sekarang gue harus gimana? Ibu gue malah mengopeni, dan gue enggak bisa nolak itu. Satu-satunya keluarga yang gue punya sekarang cuma beliau, dan apapun yang beliau minta, gue enggak punya pilihan selain nurutin..." ujar Risky semakin frutasi. Di sisi lain, Hira menangis tanpa henti, hingga tak ada lagi suara yang keluar. Ia begitu terpukul, sampai rasanya tak sanggup untuk mengucapkan satu kata pun sebagai penjelasan atau pembelaan diri pada Risky-terlebih setelah semua yang terjadi kini telah jelas di mata Risky. Enjoy for story of bluewhite <3

More details
WpActionLinkContent Guidelines