We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lukarsa

Lukarsa

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 3, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Ketika satu kereta api bergerak terus, banyak yang berkata hidupnya tak ada masalah. Barangkali mereka tak tahu bagaimana masinis memasukkan bara dan menjaga laju kereta. Barangkali mereka tak tahu bagaimana tiap nyawa di dalamnya menahan detak kencang, perasaan mulas buang air, keringat kepanasan, lapar akan masakan rumah, bahkan menahan tangis karena cicilan bulanan. Nyatanya yang tampak baik-baik saja kadang tidak sebaik itu. Nyatanya yang tampak bahagia tidak merasa sesenang itu. Saya lelah membuat orang-orang menyebut kesucian dan bagaimana baiknya saya. Saya lelah mendengar mereka membicarakan bagaimana diamnya saya dan bagaimana bodohnya saya. Saya lelah membiarkan anggapan lemah mereka menghancurkan saya. Maka, biarkanlah saya bicara meski menyiksa. Biarlah aku ini menjadi sedu. Biarlah tawa mereka berganti jadi diam yang lama. Selamat datang di dunia banyak bicara. Sebab saya tak mau menutupi bagaimana kamu membuat saya muak dengan segalanya. Barangkali, senja yang nyaman itu harus terganggu sedikit dengan kelabu jumantara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • UNREQUITED LOVE
  • Di Balik Nama Zella
  • ALVIN (On Going)
  • Dear Fenly || Un1ty
  • save me
  • Anak DESA ✔
  • YOUR HAPPINESS
  • NOESIS [END]
  • My Destiny

Andai engkau tak berani melangkah, andai engkau menyerah tanpa mencoba untuk berjuang, mungkin kau tak akan tahu takdir indah yang sudah menunggu didepan sana. Terkadang kemungkinan-kemungkinan yang diciptakan pikiran, membuat hati yang berani lantas mendermakan kemundurannya. Itu kenapa penyesalan akan datang, setelah kesempatan yang kamu lewatkan begitu saja. Teruslah berdoa, dan jangan lelah melangitkan harapanmu. Walau jalan yang dilalui tak mudah, walau sakit mendera dada. Namun tetaplah percaya, bahwa ada keindahan yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa baiknya untukmu. Kau boleh menangis, bahkan kau boleh memaki, asalkan dirimu merasa lega dan kembali berjuang setelahnya. Berjuanglah dengan diiringi keikhlasan dan rasa syukur yang besar. Karena ketika kamu dihadapkan dengan kegagalan, hatimu, pikiranmu dan dirimu siap untuk menerima segalanya. Menghangatlah dikehidupan yang sedingin kutub utara. Jadilah penyejuk untuk siapapun orang yang kamu temui. Ukirlah kisah dan sabdakanlah kebaikan, hingga beban dan amarahmu hanya berpusat pada daun kering yang terjatuh ke tanah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines