Good Together

Good Together

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2020
Karena pernikahan dalam pandangan Namira adalah ujung tombak dari sebuah perpisahan. Awal mula terbangunnya luka, maka Namira putuskan untuk tidak pernah menjajaki dunia pernikahan. Jangankan tetek bengek pernikahan, mendekati pada persiapan pernikahan saja Namira enggan. Sampai ketika di pertemukan dengan Rendy yang Namira pikir mau berkomitmen tanpa pernikahan. Sayangnya, Rendy jenis lelaki ular yang merongrong segala kepuasan tidak hanya pada tubuh yang Namira miliki. Rendy serakah dalam artian ingin memiliki Namira secara utuh dan untuk dirinya sendiri. Cara licik sudah Rendy lakukan mulai dari menebar benihnya hingga diam-diam kecewa karena Namira selalu bermain aman menggunakan kontrasepsi jenis pil. Sayangnya lagi, kehendak Tuhan memang tidak ada yang bisa menebak. Rejeki tetaplah rejeki. Maka, amanah janin yang berkembang di rahim Namira, Rendy jadikan senjata untuk permulaan kebersamaan yang lebih serius. Lantas, seperti apa perjuangan Rendy Baskara untuk Namira?
All Rights Reserved
#29
babytwins
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • JODOH UNTUK PAK DOSEN
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • By Your Side | 2025
  • Jalan Semesta ( Nara Bianca & Jovanka Natan)
  • My Husband Is Ridiculous [TERBIT]
  • Changes In The Twins' Mami

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines