Solitude Heart ( Si Penatap Sunyi )

Solitude Heart ( Si Penatap Sunyi )

  • WpView
    Reads 4,860
  • WpVote
    Votes 1,123
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 23, 2022
~ Karena rindu tak dibatasi oleh waktu~ Banyak keunikan dirimu yang aku suka. " Hai penyuka Mint, masih suka dark coklat" tepuk Sam pada pundak Lyo. " Ngapain sih Sam? Ga bisa sehari aja ga ganggu?" tanya Lyodra heran. " Nggak. Nanti aku sepi. Aku juga ga bisa jauhin kamu karena..." Ucap Sam gantung. " Karena? " Tanya Lyodra heran. Tidak mungkin ia jadi alasannya. " Karena aku takut rindu jahat sama aku. Dan sepi menanyakan dimana kamu." ucapnya tersenyum tipis. " Rindu jahat sama kamu karena aku?" tanyanya polos. " Bukan. Tapi karena aku terlalu berharap. Yang terpenting, jangan redup supaya aku tetap semangat, " Ucap sama menatap Lyodra dalam. Lyodra mengangguk walaupun otaknya masi mencerna semua perkataan itu. " Kamu tau umpamanya kamu itu mirip apa? " tanya Sam. Lyodra semakin bingung. " Nggak tau Sam. Memangnya aku mirip apa?" tanya Lyodra tak paham. " Nano nano nugart, rame rasanya." Ucap Sam Jenaka sambil bernyanyi keras. " Nyebelin banget ish. " Lyodra memukul kecil lengan Sam. " Becanda gue. Lo itu ibarat Nayanika Eunoia Arunika. Mata indah yang membawa pikiran baik ibarat cahaya matahari pagi. Lo berarti buat gue Ly" ucap Sam. Wajah Lyodra sudah memanas. Kupingnya memerah. Ia memalingkan wajahnya memutus pandangan dengan Sam. " Gugup yaa..." Ledek Sam melihat perubahan warna pada pipi Lyodra. " Bagus tu namanya buat nama anak kita nanti. Kapan mau bikin?" tanya Sam dengan cengiran lebarnya. Ia sudah mengambil ancang - ancang berlari karena macan betinanya pasti akan mengamuk. Rawrrr... Lyodra berhasil menangkap Sam. Mereka tertawa. Sam menggenggam lembut tangan Lyodra. " Jangan tinggalin gue" ucap Sam. " Kalo lo yang ninggalin gue gimana? " balas Lyodra. Jangankan meninggalkanmu. Melihatmu berjarak saja aku cemas. 🚫Dilarang menjiplak🚫‼️ Selamat membaca ya. Semoga suka. Jangan lupa Vote dan Comment. Biar aku semangat. Yuk follow ig aku : @oyaa13_ @solitudeheart_wp
All Rights Reserved
#26
sahabatjadicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • My Aunt My Hero [END].
  • GALANG [SELESAI]
  • My Friend Is My Strength
  • Lio & Aqila (END)
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • [�✔] 𝙸 𝙼 𝙿 𝙴 𝚁 𝙵 𝙴 𝙲 𝚃 𝙸 𝙾 𝙽 𝚂
  • RIO - Stay With Me✓
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines