Silent
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 13, 2020
Namaku Raya Arinda. Aku jarang sekali bicara. Dalam sehari, aku bisa menghitung berapa kali aku bicara. Orang-orang sering menyebutku silent, pendiam atau apapun yang mereka suka. Aku memang tidak suka banyak bicara, aku pikir aksi lebih baik dari perkataan. Aku terlahir dari keluarga sederhana. Ayahku bekerja butuh dan ibuku seorang penjual gado-gado. Nasib memang tidak selalu berpihak padaku. Keluarga harmonis dan ceria tidak ada dalam garis hidupku. Ayah selalu mabuk-mabukan, pemarah dan sering berbuat kasar padaku dan ibu. Ibu terlalu lemah untuk melawan, apalagi aku. Aku menganyam pendidikan di sekolah swasta di kota. Di sekolah, aku juga tidak bahagia. Pembullyan kerap kali aku terima dari mereka yang tidak menyukaiku. Tak apa, setidaknya aku masih mempunyai kesabaran tanpa batas yang membuatku selalu kuat. "Dasar kuman! Ngapain lo sekolah?! Buang-buang duit tau, gak?! Mendingan lo mulung dijalan!" kata Nesa, ketua geng yang selalu mem-bully ku. "Kenapa diem aja?! Gak punya mulut lo?! Sini gue jahit mulut lo biar gak usah ngomong sekalian!" sahut Leona, teman Nesa. Aku hanya bisa diam dan menerima perlakuan mereka saat mereka menjambak atau menamparku. Aku sudah terbiasa. "Ketahuilah, aku bisa saja membalas perbuatan mereka, tapi tidak sekarang."
All Rights Reserved
#316
raya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nabasthalassa
  • ALXERO
  • Why Did Everyone Avoiding Me?
  • FAKE LIFE  [END]
  • Turning Up
  • ALRIN
  • The Symphony of Gema
  • Alletarez
  • Commitment At That

"Aku adalah laut saat senja yang banyak disukai orang namun tak banyak orang tau bahwa aku akan menghadapi malam yang gelap setelah senja datang"-Thalassa Swastamita "Dan aku adalah esok pagi yang akan memancarkan semangat kepada semua orang terutama kamu, aku adalah langit saat matahari terbit di pagi hari yang akan selalu menemani laut setelah ia terjebak dalam gelapnya malam, selalu ada harapan untuk esok pagi yang cerah"-Nabastala Aruniko --- Thalassa Swastamita, ia mahasiswi yang baru memasuki dunia perkuliahan, dengan aura positifnya semua orang menyukainya karena Thalassa itu menenangkan, damai dan tentram bagai deruan ombak lautan yang mampu menenangkan pikiran saat stress. Namun tak banyak orang yang tau, dibalik wajahnya yang selalu tersenyum, dibalik ia yang tenang bagai tak ada masalah nyatanya tak ada lautan yang tak punya rahasia di dalamnya, tak ada manusia yang tak punya masalah. Dia gadis yang tenang dengan sejuta lukanya. Ketika ia mulai mengagumi salah satu kakak tingkatnya yang lumayan famous dengan karakter yang selalu ceria kepada semua orang bagai waktu di pagi hari yang selalu semangat, hidupnya perlahan berubah. Thalassha lebih semangat lagi dalam menjalani hidupnya, ini semua berkat kakak tingkatnya itu. Nabastala Aruniko.

More details
WpActionLinkContent Guidelines