Silent
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 13, 2020
Namaku Raya Arinda. Aku jarang sekali bicara. Dalam sehari, aku bisa menghitung berapa kali aku bicara. Orang-orang sering menyebutku silent, pendiam atau apapun yang mereka suka. Aku memang tidak suka banyak bicara, aku pikir aksi lebih baik dari perkataan. Aku terlahir dari keluarga sederhana. Ayahku bekerja butuh dan ibuku seorang penjual gado-gado. Nasib memang tidak selalu berpihak padaku. Keluarga harmonis dan ceria tidak ada dalam garis hidupku. Ayah selalu mabuk-mabukan, pemarah dan sering berbuat kasar padaku dan ibu. Ibu terlalu lemah untuk melawan, apalagi aku. Aku menganyam pendidikan di sekolah swasta di kota. Di sekolah, aku juga tidak bahagia. Pembullyan kerap kali aku terima dari mereka yang tidak menyukaiku. Tak apa, setidaknya aku masih mempunyai kesabaran tanpa batas yang membuatku selalu kuat. "Dasar kuman! Ngapain lo sekolah?! Buang-buang duit tau, gak?! Mendingan lo mulung dijalan!" kata Nesa, ketua geng yang selalu mem-bully ku. "Kenapa diem aja?! Gak punya mulut lo?! Sini gue jahit mulut lo biar gak usah ngomong sekalian!" sahut Leona, teman Nesa. Aku hanya bisa diam dan menerima perlakuan mereka saat mereka menjambak atau menamparku. Aku sudah terbiasa. "Ketahuilah, aku bisa saja membalas perbuatan mereka, tapi tidak sekarang."
All Rights Reserved
#344
raya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALRIN
  • UMBRELLA
  • Why Did Everyone Avoiding Me?
  • Nayara [ TERBIT ]
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • FAKE LIFE  [END]
  • "He's mine"
  • Arunika
  • Nabasthalassa
ALRIN

Arin seorang gadis cantik yang sangat sangat menyukai anak kecil, ia sangat ingin memiliki adik mungil tapi sayang kedua orang tuanya tidak mau mengabulkannya, arin sangat kesepian bila kedua orang tuanya pergi untuk urusan bisnis, tapi berkat tetangga nya yang memiliki anak bayi yang umur nya masih satu tahunan membuat arin tak merasa kesepian karna ia bisa bermain bersama anak tetangga nya itu, tapi ada saja yang mengganggu nya ketika ingin bermain bersama bayi tetangga nya itu Alfin, alfin hidayatulloh tetangga nya yang sangat di benci arin karna kejahilan nya dan kelakuannya dia orang yang paling menentang arin bila arin bermain bersama adik nya serin, mereka selalu bertengkar entah karna masalah sempele atau masalah yang tak masuk akal Namun apakah kebenciannya bisa merubah nya menjadi cinta atau mungkin tetap menajdi musuh nya? serin mamam apa tuh" "udah tau makan roti masih aja di tanyain" "gue kan cuman sekedar basa basi belaka dari pada gak nanya sama sekali emang nya elo abang yang gak punya hati udah tau tante sarah sibuk bukannya momongin adeknya lo malah kelayapan gak jelas masih untung ada gue kalo gak duh gue gak tau tuh pasti tante sarah bakal ribet banget" "oooo jadi lo gak iklas bantuin mami gue iya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines