Me and You aren't Us

Me and You aren't Us

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sintia tahu jika 'cinta' itu rumit. Oleh karena itu, ia tak pernah mau mencobanya. Bahkan jika itu bersama Awan, lelaki yang ia sukai sejak 2 tahun lalu. Awan tak pernah tahu, jika mengenal lebih jauh tentang Sintia dapat mengubah pandangan hidupnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Antara Nada dan Lensa
  • Shera, Love Algorithm
  • SIAPA KAU SEBENARNYA WAHAI PEMILIK HATI?
  • ALVARO & QUEENCY✓
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • Jangan Jatuh Cinta Padaku (OnGoing)
  • Tiga : Aku, Kamu, Kita (TAMAT)

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines