Takkan Pernah Sama

Takkan Pernah Sama

  • WpView
    Membaca 114
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 19, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ini tentang hati. Dimana ada sebuah ruang kosong, yang hanya dapat diisi oleh satu cinta. Namun sesungguhnya apakah itu cinta? Diakah yang membuat kita bahagia? Atau... yang membuat kita jatuh terpuruk seakan kehilangan seluruh daya? Dan akankah cinta tetap sama setelah terluka?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#107
senandika
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Just That, I Love You
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Yang Pernah Patah
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • WISHES.

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan