We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Di Atas Sajadah

Cinta Di Atas Sajadah

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mencintai seorang dalam diam memang sangatlah tidak mudah, kita tidak akan pernah tau bahwa ia sudah mempunyai kekasih atau belum. Yang kita tau hanyalah bisa mencintai dan mendoakan nya dalam sepertiga malam. Inilah yang Rania Rasakan, gadis miskin yang bisa cinta kepada pemuda tampan dan kaya. Ia tak sanggup dan tak akan pernah bisa menyatakan perasaan kepada orang yang di cintai nya.
All Rights Reserved
#105
jodohku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • Cinta Yang Tertukar (finish✔️)
  • Promise
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Rahasia Sebuah Cinta
  • Obsessed With Heart [END]
  • Tak Di Anggap (Mencintai Dalam Diam)
  • LOVE in SILENCE  **End**
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Butterfly Effect

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines