Ghaela With Goodbay

Ghaela With Goodbay

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ghaela seorang gadis remaja berparas cantik berkulit putih dengan mata berwarna cokelat bak bunga mawar di ladang bunga, cantik dan indah. Ia menjadi anak emas bagi keluarganya karena sebidang prestasi yang ia torehkan. Orangtua mana yang tak mau memiliki anak seperti ghaela. Di usianya yang baru berumur 8 thn memiliki 10 medali emas dan perak tingkat provinsi bahkan nasional. Orang tuanya menganggapnya sebagai perhiasan emas. Di bawa kemanapun akan dipuji dan dibanggakan, sampai saat dimana perhiasan itu mulai luntur dan hanya tersisa tembaga yang tak berharga. Ghaela mulai memasuki usia dewasa sebuah kesalahan fatal mengubah hidupnya. Begitupun prestasinya yang hilang bersama orang2 yang memujinya dan membanggakanya. Ghaela menderita menyembunyikan rahasia bahwa dirinya mengidap penyakit mematikan leukimia.
All Rights Reserved
#70
putusasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love or Life
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • [1] Rain In My Heart
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Langit untuk Asa
  • The Depth Behind The Look (On Going)
  • Let Me Love You Longer
  • Benalu [Terbit]
  • Menyerah atau Bertahan?

Cintamu atau Hidupmu? "Harus kah kuberi Dia hidupku? Tapi dia sudah Membuangku, Dia memang ingin aku mati, ini keinginannya. Tapi aku menyayanginya." -Andrea Ahra Gadis kecil yang penuh keberanian, menjadi gadis sma yang tidak bisa apa apa, menjalani hidup dengan hari hari terakhirnya sebagai pasien leukimia, memilih pindah keiindonesia untuk bertemu cinta pertamanya dan menghabiskan hidupnya membuat kenangan indah bersama, tapi itu semua hanya sebuah angan angan. Tuhan memang tidak ingin dia hidup bahagia sedetik pun. "Aku Menyayanginya, dan menyadari disaat dia telah tiada, tuhan jangan membawanya. Kenapa kau putar takdir kami, aku bersedia mati dia tidak pantas mati karenaku, Aku menyanyanginya" -Endi

More details
WpActionLinkContent Guidelines