Perihal hujan dan patah hati

Perihal hujan dan patah hati

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2020
"Apa kabar cerita kita yang telah usai? Hujan yang turun masih sama ,seperti biasa. Aku beserta perasaan ini juga masih sama, diam-diam tersimpan, diam-diam menggema dilangit tanpa pernah tersampaikan. Aku harap cerita ini membawa kenangan beserta bahagianya-october,-beserta hujan dan ceritanya
All Rights Reserved
#69
tereliye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudah September
  • Dalam Rintik yang Sama
  • You're Here, But Not For Me
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • RAIN
  • Hujan [ PUISI ] ✔️

Rian berlari sekencang hatinya yang mulai hancur kearah gadis itu, menariknya agar berhenti menangis. Disana diterpaan air mata para dewa, yang tengah deras-derasnya mengguncang kota sejarah berumur ratusan tahun itu. Rian menarik Linda, menahan perempuan malang itu untuk tidak lagi pergi darinya. Linda menangis sesenggukan, air matanya tak mampu terlihat oleh sekilas pandang, sebab hujan membasuh peluh gadis itu, menyekanya secara cuma-cuma agar gadis itu bisa tenang. Menikmati patah hatinya. Rian datang menggenggam pergelangan tangan Linda, mencengkramnya erat-erat agar tangan itu tidak kembali menjauh. "Aku minta maaf, maaf udah ngelanggar janji aku ke kamu!" Katanya dengan suara kencang, mencoba lebih keras dari suara hujan yang bising mengusik telinga. Linda mengusap matanya dengan lengan kiri, gadis itu justru kembali kian terisak dalam tangisnya yang semakin perih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines