Lalisa "sorry"

Lalisa "sorry"

  • WpView
    Membaca 216,781
  • WpVote
    Vote 13,979
  • WpPart
    Bab 62
WpMetadataReadLengkap Rab, Mei 27, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
"Kau hanya berpura-pura, aku tau kau begitu terpukul, kamar kita berdekatan, setiap malam aku bisa mendengar tangisan mu itu bodoh" Rose menggerutu setelah melihat lisa dari balkon nya "Kenapa kau begitu mengharapkan kasih sayang ku Lisa" Jisoo membaringkan badannya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. "Lisa ya...... Kau pernah menyelamatkan nyawa eonni, dan hari ini kau juga menyelamatkan nyawa ku kembali, maafkan kami karena selalu membuat mu menderita, seharusnya kami memberi mu bahagia ketika hadir di keluarga kami, namun nyata nya kami hanya selalu membuat luka untuk mu" -Jisoo "Mianhae Lisa ya....... Bertahanlah, ini adalah hari ulang tahun ku, ini kah hadiah yang kau berikan untuk ku, aku tidak ingin kau pergi, aku sangat menyanyangi mu" Jennie kim "Sebenarnya tidak ada cobaan yang terlalu berat, karena Tuhan hanya memberikan cobaan pada mereka yang kuat, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kekuatan orang itu, Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat karena Tuhan tau kita lebih kuat dari pada cobaan itu" ~Lisa
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
rubyjane
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Days With You ✔
  • Lalisa [END]
  • Flower Road | BLACKPINK
  • 𝐁𝐞𝐚𝐮𝐭𝐢𝐟𝐮𝐥 𝐋𝐢𝐞𝐬 𝐈𝐬 𝐓𝐡𝐞 𝐌𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐨𝐮𝐧𝐝
  • Double Trouble (Revisi)
  • Love Me, Please (lisa)
  • Home ✔
  • Hey, Lisa ✔ [TERBIT]

" Orang bilang .... ~Akan ada saatnya dimana, Sesuatu yang datang untuk menemani akan pergi setelah singgah ~ Sama halnya seperti diri mu, yang datang meraih ku untuk saling menguatkan dan pergi saat diri ku menjadi tangguh" Jennie. Menjadi seorang korban bully bukanlah hal yang diinginkan. Merasa putus asa atas kehidupan yang tak adil... Di titik dimana ia merasa semuanya sia - sia dan tak berguna, seseorang datang membantunya tanpa alasan, tanpa di duga dan di undang. Mengulurkan tangannya untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan