Lalisa "sorry"

Lalisa "sorry"

  • WpView
    Reads 217,014
  • WpVote
    Votes 13,994
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadComplete Wed, May 27, 2026
WpInfo
Fanfic
"Kau hanya berpura-pura, aku tau kau begitu terpukul, kamar kita berdekatan, setiap malam aku bisa mendengar tangisan mu itu bodoh" Rose menggerutu setelah melihat lisa dari balkon nya "Kenapa kau begitu mengharapkan kasih sayang ku Lisa" Jisoo membaringkan badannya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. "Lisa ya...... Kau pernah menyelamatkan nyawa eonni, dan hari ini kau juga menyelamatkan nyawa ku kembali, maafkan kami karena selalu membuat mu menderita, seharusnya kami memberi mu bahagia ketika hadir di keluarga kami, namun nyata nya kami hanya selalu membuat luka untuk mu" -Jisoo "Mianhae Lisa ya....... Bertahanlah, ini adalah hari ulang tahun ku, ini kah hadiah yang kau berikan untuk ku, aku tidak ingin kau pergi, aku sangat menyanyangi mu" Jennie kim "Sebenarnya tidak ada cobaan yang terlalu berat, karena Tuhan hanya memberikan cobaan pada mereka yang kuat, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kekuatan orang itu, Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat karena Tuhan tau kita lebih kuat dari pada cobaan itu" ~Lisa
All Rights Reserved
#43
rubyjane
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • The King & The Doctor ✓
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • I Want to Live [END]
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines