Lalisa "sorry"

Lalisa "sorry"

  • WpView
    Leituras 201,603
  • WpVote
    Votos 13,348
  • WpPart
    Capítulos 61
WpMetadataReadConcluída dom, set 28, 2025
"Kau hanya berpura-pura, aku tau kau begitu terpukul, kamar kita berdekatan, setiap malam aku bisa mendengar tangisan mu itu bodoh" Rose menggerutu setelah melihat lisa dari balkon nya "Kenapa kau begitu mengharapkan kasih sayang ku Lisa" Jisoo membaringkan badannya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. "Lisa ya...... Kau pernah menyelamatkan nyawa eonni, dan hari ini kau juga menyelamatkan nyawa ku kembali, maafkan kami karena selalu membuat mu menderita, seharusnya kami memberi mu bahagia ketika hadir di keluarga kami, namun nyata nya kami hanya selalu membuat luka untuk mu" -Jisoo "Mianhae Lisa ya....... Bertahanlah, ini adalah hari ulang tahun ku, ini kah hadiah yang kau berikan untuk ku, aku tidak ingin kau pergi, aku sangat menyanyangi mu" Jennie kim "Sebenarnya tidak ada cobaan yang terlalu berat, karena Tuhan hanya memberikan cobaan pada mereka yang kuat, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kekuatan orang itu, Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat karena Tuhan tau kita lebih kuat dari pada cobaan itu" ~Lisa
Todos os Direitos Reservados
#46
rubyjane
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 𝐁𝐞𝐚𝐮𝐭𝐢𝐟𝐮𝐥 𝐋𝐢𝐞𝐬 𝐈𝐬 𝐓𝐡𝐞 𝐌𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐨𝐮𝐧𝐝
  • Home ✔
  • Hey, Lisa ✔ [TERBIT]
  • Lalisa [END]
  • FOLLOW THE FLOW ✔
  • Missing And Found You
  • THE HAPPIEST - JENLISA [G×G]
  • Blood Ties ✔

"Aku akan menikahi Jennie.." "Lalisa, apa kau bodoh?" Jisoo memelotot tidak percaya, "yang kau lakukan bermula dari pertanggungjawaban dan hanya sebatas pertanggungjawaban! Kau hanya bertanggung jawab terhadap beberapa hal, bukan berarti kau harus menyerahkan seluruh hidupmu padanya!" "Semua yang kau berikan padanya selama ini, sudah jauh lebih dari cukup! Kau memberinya rumah yang nyaman, teman yang pengertian, pekerjaan yang mapan. Itu sudah jauh lebih cukup! Kalau kau terus memikirkan hidupnya, kapan kau mulai memikirkan hidupmu sendiri?" mata Jisoo berapi-api, sangat marah mendengar keputusan konyol dari Lalisa. Setelah hening beberapa saat, Lalisa baru mulai bicara. "Karena.. aku tidak bisa mempercayai siapapun untuk menjaga gadisku itu.. setelah semua yang aku lakukan untuknya, kurasa, di dunia ini, tidak akan pernah ada yang setara sepertiku, yang menyayanginya dan memperlakukannya dengan tulus, yang hanya mengharapkan kebahagiaannya, bahkan jika aku terluka." "Lalisa.. kau benar-benar menyedihkan.." Jisoo menatap nanar pada sahabatnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo