Lalisa "sorry"

Lalisa "sorry"

  • WpView
    Reads 201,506
  • WpVote
    Votes 13,348
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 28, 2025
"Kau hanya berpura-pura, aku tau kau begitu terpukul, kamar kita berdekatan, setiap malam aku bisa mendengar tangisan mu itu bodoh" Rose menggerutu setelah melihat lisa dari balkon nya "Kenapa kau begitu mengharapkan kasih sayang ku Lisa" Jisoo membaringkan badannya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. "Lisa ya...... Kau pernah menyelamatkan nyawa eonni, dan hari ini kau juga menyelamatkan nyawa ku kembali, maafkan kami karena selalu membuat mu menderita, seharusnya kami memberi mu bahagia ketika hadir di keluarga kami, namun nyata nya kami hanya selalu membuat luka untuk mu" -Jisoo "Mianhae Lisa ya....... Bertahanlah, ini adalah hari ulang tahun ku, ini kah hadiah yang kau berikan untuk ku, aku tidak ingin kau pergi, aku sangat menyanyangi mu" Jennie kim "Sebenarnya tidak ada cobaan yang terlalu berat, karena Tuhan hanya memberikan cobaan pada mereka yang kuat, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kekuatan orang itu, Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat karena Tuhan tau kita lebih kuat dari pada cobaan itu" ~Lisa
All Rights Reserved
#46
rubyjane
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROblem ✓
  • Alone[End]✔
  • Days With You ✔
  • THE HAPPIEST - JENLISA [G×G]
  • 𝐁𝐞𝐚𝐮𝐭𝐢𝐟𝐮𝐥 𝐋𝐢𝐞𝐬 𝐈𝐬 𝐓𝐡𝐞 𝐌𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐨𝐮𝐧𝐝
  • FOLLOW THE FLOW ✔
  • Missing And Found You
  • Hey, Lisa ✔ [TERBIT]

"Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam cerita besar dunia, tapi aku hanya ingin memiliki kesempatan untuk memeluk mereka." Choi Jisoo berhati batu telah melunak karena rasa bersalah. Yang masih salah, dia melakukannya setengah-setengah, karena hatinya penuh keraguan, tak punya pendirian, seringkali meyakini hal yang salah, dan mudah terpengaruh. "Aku mungkin gila, tapi tidak sebodoh itu." "Aku mungkin bodoh, tapi tidak segila itu." Choi Jennie dan Choi Chaeyoung sedang saling memunggungi. Kini penuh perbedaan, tapi sebenarnya sama. Sama-sama gila dan bodoh. Mereka adalah si pelanggar aturan yang berusaha berubah menjadi manusia penuh pengertian. "Aku adalah aku. Aku tidak ingin berubah, tapi keadaan memaksaku. Tidak semuanya, aku masih melihatmu." Choi Lisa masih minim kepercayaan diri, tapi ingin membuat semua orang melihat ke arahnya dengan rasa kagum. Sepandai tupai menyembunyikan kacangnya, semahir itulah Lisa menutupi perasaannya. Satu-satunya yang tidak berbeda dari mereka adalah kemarahan. Mungkin waktu dan pengalaman akan membuat mereka lebih belajar cara mengendalikan lidah setajam pedang yang tidak mungkin berkarat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines