TRAIN THE YOUNG VAMPIRE RISES (HIATUS)

TRAIN THE YOUNG VAMPIRE RISES (HIATUS)

  • WpView
    Reads 8,149
  • WpVote
    Votes 434
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2015
"i'll find you, sooner or later" . batin Train dengan memandangi derasnya air hujan yang turun dibalik jendela kacanya. Ia meminum seteguk air berwarna crimson red dari gelas yang dibawanya. Kesan mendalam yang ia dapatkan dari pertemuan yang tak disangka itu membuat Train penasaran akan sosok misterius yang telah membuatnya merasakan sesuatu yang bahkan ia tak tahu namanya untuk pertama kalinya. Ia merasakan sakit di ulu hatinya. Tetapi, rasa sakit itu hilang ketika ia mengingat akan aroma khas yang menenangkan itu. Rasanya, ia harus menemui orang itu cepat atau lambat. Ia tidak ingin membiarkan rasa sakit yang hebat itu ia rasakan selamanya. Ia harus menemukannya. Ini adalah kisah pertamaku. :p terima kasih juga mau mampir untuk membacanya. Vommen kalian sangat saya tunggu hehe. So, enjoy your reading !
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lelaki Bermantel Panjang
  • A Path That Was Desired [END]
  • • KECEWA ~
  • LORD Devil Vampire [TAMAT]
  • Bite Me (Cinta dan Kutukan)
  • [BOOK : 2] The Scorch Trials // COMPLETE
  • The Legend Of Vampire 2 [End]
  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • Bukan Antagonis [END]
  • Ordinary woman love(Boyfriend Vampire)

"'Erika...' Hmm? Aku terkesiap seraya melambatkan jalan-hampir berhenti, tapi atas alasan keselamatan aku mempercepat langkah kakiku yang mulai gemetar ketakutan ini. Sumpah, aku mendengarnya membisikkan namaku: Erika... Apakah aku mengenalnya? Mendongaklah sedikit, Tuan Mafioso!" - Cerita #1 "Laci itu baru separuh terhela, tapi aku sudah tahu sesuatu bersemayam di dalamnya. Rupanya benar. Dalam keremangan, sang revolver terlihat jemawa." - Cerita #2 "Aku terjebak di tengah-tengah gang buntu. Di depanku tembok, di samping kiri-kananku tembok, di belakangku tembok-aku dikelilingi tembok! Aku terjebak di sini, dan tidak tahu mengapa! Tidak adakah celah sesempit apa pun yang bisa membawaku keluar? 'Kita semua terjebak di sini,' sebuah suara dari belakangku tiba-tiba saja menjawab. Di belakangku berdiri seorang pria: tinggi, berkepala botak, berpakaian serbahitam, tampangnya dingin seperti vampir. Ia muncul dari kegelapan." - Cerita #3

More details
WpActionLinkContent Guidelines