CALL ME RADHA,OK? [On Going]

CALL ME RADHA,OK? [On Going]

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 25, 2021
Bahkan yang terlihat baik-baik saja pun belum tentu ia baik, jika kau tatap binar mata nya yang penuh dengan kabut luka yang menyesakkan membuat mu juga ikut merasakan rasa sakit yang terus menggerogoti mu hingga ke dasar tulang. Kau yang memandang manik pekat tersebut saja tak kuat menatap lama, apalagi pemilik mata yang selalu nampak ceria perlahan menyendu seolah ingin menyerah, padahal semua telah di dapat nya termasuk kebahagiaan , lantas apa yang kurang? TAPI?! RADHA nama yang indah dan juga misterius bahkan tak ada yang mengetahui sifat di baliknya. "Kau ingin tau aku?, maka kemarilah.., " PLAK! "ITULAH DIRIKU!!!! " "K-kau...,ken-apa?" "RASA SAKIT YANG AKU ALAMI, MENELAN KU HINGGA MEMBUAT KU MATI RASA" ~Radha
All Rights Reserved
#21
radha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • Diary Duri [END]
  • Goodbye Alaska [END]
  • GARIS LUKA
  • Andara(completed)
  • ARAKHA
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Elegi Rasa : Pergi
  • ARTAN
  • Remaja
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines