Tuhan Sayang Kamu

Tuhan Sayang Kamu

  • WpView
    LECTURAS 2,459
  • WpVote
    Votos 217
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadConcluida dom, dic 19, 2021
Kisah yang kali ini akan bergulir memang sebatas kisah klise dengan dia yang menjadi sebab adanya kisah klasik ini. Dia yang menjadi alasan adanya pertanggung jawaban semesta atas candaannya yang tidak biasa. Sebelumnya terima kasih atas kehadirannya di dunia. Karenanya, mengenal kata luka dan lara tak semenyakitkan yang terkira. *Silahkan baca jika memang cocok, tinggalkan saran yang membangun. salam hangat,
Todos los derechos reservados
#12
laki
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BECAUSE NOONA
  • AKRANDENTA | NA JAEMIN
  • Hide and Seek | aespa × NCT
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Something that can't be Tied
  • KARINA & LUKA
  • Luka Naren.
  • After We Broke Up!✔️
  • NA DAY'S | Na Jaemin [END]
  • Best Friend [NoMin]✓

"Noona mau apa?" "Kumohon jangan mendekat!" Tanya Ji-Sung pria itu mulai kelihatan panik dengan apa yang terjadi saat ini. "Temani aku tidur, aku terbiasa tidur dengan memeluk seseorang dulu baru aku bisa tidur!" Ucap Karina, ucapan Karina membuat sistem kerja otaknya kembali tak berfungsi dengan baik hingga ia tak bisa berfikir tentang mana yang baik dan tidak baik, mengingat begitu banyak yang ia pikirkan saat ini. "Noona, apa kau tau bahwa semua ini adalah salahmu!" "Kalau saja kau tidak mabuk, semuanya pasti akan baik² saja!" Ji-Sung menarik kembali tangannya dan meluapkan marahnya pada Karina,pria itu mulai berdiri dan kedua matanya memerah menahan emosi. Ji-Sung menatap tajam Karina, sementara gadis itu hanya menatapnya polos membuat tingkat frustasi jisung semakin memuncak, dengan lemas ia kembali duduk disofa dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, dalam hidupnya ini pertama kalinya ia marah seperti ini, Karina benar-benar membuat emosinya meledak. Ia bahkan merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak didepan Karina, gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, harusnya ia tak membentak gadis itu namun itu tadi diluar kendalinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido