Erdan Alexander

Erdan Alexander

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 22, 2020
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Erdan Gerald Alexander , cowok yang terkenal dengan sifat dinginnya , cowok yang terkenal karna kesangarannya , cowok yang terkenal dengan tampang yang bak dewa , cowok yang terkenal dengan segudang rahasia , cowok yang terkenal dengan kepintaran dan kebijakannya. Tapi dibalik itu semua Erdan adalah seorang lelaki dengan sisi dan dunia yang gelap. Pembunuhan , penyiksaan , teriakan , itu semua terdengar biasa saja menurut Erdan. Dia memiliki keluarga yang utuh? tentu, bahkan sangat bahagia. Dia memiliki trauma? tidak. Terus, kenapa dia bisa menjadi psycopath yang kejam? itu karna keturunan dari ayah dan kakeknya. Erdan kejam , dingin , cuek. Tapi , bagaimana jika Erdan dipertemukan dengan gadis manis nan imut? bagaiman jika Erdan jatuh cinta dengan gadis tersebut? apakah Erdan akan berubah? apakah hubungan mereka akan berjalan mulus?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANYELIR (END)
  • The Killer [END]
  • My Beloved Revenge [END]
  • Assassin Girl [ Editing ]
  • DIA SANDRA(Selesai✔️)
  • I find You with a arloji
  • The Last Psycho's Slave
  • couple psycopat✔

"Psikopat" "Pria itu seorang psikopat" Zia terkejut mendengar teriakan anak kecil. Apa maksudnya psikopat, siapa yang psikopat? "Jangan mendekat, ruangan itu milik psikopat" "Pergi...!" Dia menyuruh Zia pergi dari ruangan ini? Orang yang berada didalam kamar berbahaya atau tidak? "Ada psikopat!" "Pembunuh, pria itu pembunuh" "Psikopat pembunuh...." "Ibuku dibunuh dia..." "Psikopat pembunuh ibuku!!!" Seorang anak kecil berteriak-teriak menyuruh Zia pergi dari hadapan kamar yang terkunci. Zia yang melihatnya hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala. "Adinda Pricilla, ayo pergi dari sini." "Suster Dewi," cicit Zia. Anak kecil itu pergi sambil terus menggelengkan kepalanya. Peringatan yang anak kecil itu berikan bermaksud menjauhkan Zia dari masalah. Akan tetapi Zia justru menganggap Pricilla bicara omong kosong. Karena dia hanyalah anak kecil yang terganggu kejiwaannya. Apakah zia tetap masuk kedalam kamar pasien yang ada di hadapannya. Atau justru mengerti peringatan dari Pricilla.

More details
WpActionLinkContent Guidelines