The Boy I Met In My Dream

The Boy I Met In My Dream

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta adalah suatu hal yang tidak bisa dipaksakan. Meskipun terkadang rasa cinta bisa datang seiring berjalanya waktu, jika dilandasi keterpaksanaan tentu tak akan bahagia bukan?. Begitulah prinsip yang diyakini oleh Hanna Pricillia. Sayangnya Ayah Hanna menjodohkannya dengan Bastian, seorang laki-laki mapan anak temanya. Hanna tak mencintai Bastian, sehingga dengan keras Ia menolak perjodohan itu. Hanna masih percaya bahwa cinta pertama yang hadir dalam mimpinya akan hadir menemuinya. Hingga suatu saat Hanna benar-benar bertemu dengan sosok laki-laki yang mirip dengan laki-laki yang ada mimpinya, Raka Gibran Wardana. Laki-laki itu berhasil mencuri hatinya dan membuatnya jatuh cinta. Namun, rasa cinta Hanna pada Raka bertepuk sebelah tangan karena Raka mencintai orang lain. Lalu apakah akhirnya Hanna bisa bersama dengan Raka? Atau malah Hanna akan menerima perjodohan dengan Bastian?
All Rights Reserved
#139
overprotective
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • Mate from parents
  • Forced Wedding
  • Suck It and See (Complete)
  • Contract of Feelings
  • My Reason of Love (Selesai)
  • Radar Semesta
  • Sami'na Waatho'na  ( Mencintai tanpa pertemuan)
  • Hushed Vows
  • Hanna [SELESAI]

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines