Sajak Serak [COMPLETE]

Sajak Serak [COMPLETE]

  • WpView
    Reads 3,062
  • WpVote
    Votes 403
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Apr 7, 2021
WpInfo
Poetry
Kumpulan kata yang mewakili rasa, Terpahat dalam suatu lingkaran karsa tanpa suara yang memenjarai diri dan merajai mimpi. Puisi ini saya susun dengan sebuah keterampilan yang langka, kebanyakan dari mereka lahir pada suasana hati dan mata yang menolak mengarungi mimpi. Alhasil, antologi ini berbiak dengan alami tanpa kejar-kejaran dengan masa atau usia. Saya menamainya sajak "serak" Serak maksud saya bukan suatu kondisi ruang yang tidak rapi atau acak-acakan, "serak" ini adalah suatu kondisi suara yang menggambarkan rasa pada tekanan atau pola nada. "Serak" adalah hasil dari emosi yang dicurahkan pada rasa yang digambarkan. Mau itu sedih, senang, semangat atau marah, serak akan menjadi suara padanya. Tetapi, serak pada tulisan ini saya jadikan sebuah pekikan rasa tanpa suara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Sriwedari: Taman Surga
  • Menebus Mimpi
  • Coretan Hitam
  • ❄ Kata-kata Remaja ❄
  • Rintik Rindu
  • Cerita pena luka
  • KELUH
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • BERANDA GIRINDRA

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines