KEISYA (ON GOING)

KEISYA (ON GOING)

  • WpView
    Membaca 17,206
  • WpVote
    Vote 860
  • WpPart
    Bab 39
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 18, 2021
WpInfo
Non-fiksi
"Tuhan, bolehkah aku bahagia dan mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuaku?" "Aku ingin bahagia disisa waktuku yang sedikit ini" Apakah dia akan bahagia dan mendapatkan kasih sayang dari keluarganya? Start : 1 Januari 2021. Finish : ?????
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#784
rahasia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALDI [ LEOPARD'16 ] [ TERBIT ]
  • 00.00
  • ANASTORY [END]
  • It's So Hurtful [END]
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • Rintik Hujan
  • Stuck In Confusion (COMPLETED)
  • Aletta Inara [SUDAH TERBIT]
  • Pelakor Perebut Ayahku

Genre :: Fiksi Remaja ⚠️ Banyak adegan kekerasan dan kata-kata kasar Bagaimana rasanya di siksa oleh ayah kandung sendiri, di khianati oleh seseorang yang kamu cintai dan dianggap pengkhianat oleh sahabat mu sendiri. -------- "Jangan mati terlebih dahulu saya belum puas melihat mu menderita." Papa yang seharusnya menjadi tameng untuk anaknya mengapa justru memberikan luka yang begitu besar dan sangat sulit untuk di sembuhkan. "SAMPAI KAPAN KAMU MAU JADI BERANDALAN HAH?!" cacian, makian, serta siksaan seolah-olah itu adalah makanan sehari-hari untuknya. Orang tua yang seharusnya menjadi perisai utama untuk sang buah hati, mengapa justru memberikan panah paling berduri yang menusuk hati. "Bun, aku kangen bunda." Ini bukan hanya kisah tentang Keluarga, tetapi juga tentang perjuangan dan perjalanan hisup dari seorang laki-laki hebat dan juga seorang harmoni kehidupan, Aldiansyah Reygan Dirgantara. #3 broken tanggal 6 april 2022 #1 sma tanggal 2 juli 2022 #1 sad tanggal 2 juli 2022 #1 brokenhome 2 juli 2022

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan