BROKEN HOUSE (Real Story Novel)

BROKEN HOUSE (Real Story Novel)

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 5, 2020
Seharusnya di usianya sekarang dia harus fokus untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapi Ebtanas tahun 1990 untuk masuk ke SMA. Namun, saat pulang sekolah, dirinya harus menyisihkan waktu untuk mencari sayur pakis di tepi sungai kecil di hutan desanya. Sebenarnya Ia juga mau bermain dan bersenang-senang bersama teman-temannya saat pulang sekolah, namun Ibunya pasti akan memarahinya dan memberikan hukuman kepadanya. "Jangan bermain, kamu harus mengaji. Sekolah, cari uang, mengaji itu adalah tugasmu, bukan main-main yang buang-buang waktu!" Ujar Ibunya suatu waktu saat memarahinya. Disekolah dia dikenal sebagai anak yang cerdas, menjadi andalan oleh para guru. Namun sayang kondisi sekolah yang tidak berpagar dan berpenjaga (satpam) sehingga hampir setiap hari ada anak nakal yang masuk ke kelas anak ini, dan menjadikan bulan-bulanan untuk dimintai uang, tentunya karena perawakan anak ini beda dari yang lain, meskipun dia berasal dari suku bugis yang dominan memiliki kulit sawo matang, namun anak ini punya kulit putih bersih, bermata sipit hidungnya juga mancung, mirip keturunan oriental. Anak ini punya kesabaran yang terbatas ternyata, terlebih jika uang jajan yang tidak seberapa yang merupakan hasil jerih payahnya sendiri selalu dimintai dengan enaknya. Maka suatu sore anak ini dipergoki oleh sepupunya yang selalu bersamanya kesekolah dengan berboncengan motor ketika sedang mengasah sebilah pisau pemotong daging. "Mau kau apakan pisau itu?" "Besok ada kerja bakti. Besok kau masuk sekolah sorekan?" "Iya." Di usianya yang masih belia dia harus mendekam di balik jeruji besi dengan siksaan dari para petugas yang ber-nepotisme dengan keadaan. Tapi anak ini lebih memilih hidup dengan siksaan ini semua-di cambuki, di tampar, di sundutkan rokok, kakinya di injakkan kursi kayu yang diduduki oleh petugas lembaga, dibanding dia harus pulang kerumah dan bertemu dengan Ibunya yang selalu mengekangnya. KISAH INI DI ADAPTASI DARI KISAH NYATA DI TAHUN 1990-an!!
All Rights Reserved
#571
nonfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Love Maze
  • NADIRAEFAL
  • Rayhan dirgantara [End]
  • AILAH(END)✅
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Umbrella Life [END]
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • BETWEEN
  • I'm Broken (Lengkap)✓

Rumah di ujung desa ini sudah terabaikan. Lebih tua daripada tukang kebun yang memangkas tanaman liar di halaman dan taman yang ada disana. Pintunya sudah tak berupa pintu yang seharusnya. Tanaman rambat telah mengambil alih tugas si pintu untuk menjaga agar tidak ada orang yang sembarangan menginjakkan kakinya ke dalam rumah itu tanpa permisi. Gerbang yang semula berdiri kokoh dan besinya berwarna hitam garang, telah sepuh dan tak mampu menghalau anak - anak nakal yang sering kali datang untuk membuat rumah itu bertambah buruk. Kaca - kaca yang masih terpasang di jendela yang tingginya 5 meter biasanya jadi sasaran mereka jika bukan patung - patung di depan atau di samping rumah. Si tukang kebun tak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Usianya yang sudah memasuki masa penantian menuju akhirat itu tak bisa ia ajak untuk menghalau kenakalan anak - anak itu. Yang bisa ia lakukan hanya menghalau sebisanya dengan tongkat atau sapu yang biasa ia pegang. Lama - kelamaan gangguan - gangguan dari anak - anak nakal desa mulai berkurang seiring dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Setiap warga desa selalu membual tentang keangkeran rumah itu yang tersebar melalui atmosfer desas desus yang tersebar dari cerobong asap rumah tua itu. Mereka bilang rumah itu ada penampakan wanita memakai gaun pesta hitam, yang diasumsikan sebagai penampakan pemilik rumah yang bunuh diri saat ia menggunakan gaun pesta itu. Ada juga yang mengatakan jika mereka mendengar ada yang memainkan musik untuk berdansa di dalam rumah itu padahal di dalam rumah itu tidak ada siapa pun. Namun, bukan rumah dan tukang kebun yang akan ku ceritakan disini. Yang akan mengisi lembar cerita ini adalah pemilik rumah itu juga tentang kisah cintanya yang berakhir dengan tragis. Gerbang semu yang membuat penasaran semua orang tentang rumah ini akan ku buka perlahan agar kalian dapat melihat ke dalamnya dan memjawab rasa penasaran kalian mengenai tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines