We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ARAH
  • WpView
    Reads 16,086
  • WpVote
    Votes 2,050
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2024
WpInfo
Fiction
Social Themes
Terkadang mulut tidak mengikuti kata hati, dan hati selalu saja berpura-pura dalam ketidaktahuan. Ada hati yang tak pernah diberi arti, tetapi begitu besar rasanya pada sang pemilik hati. Rasa yang dimilikinya tumbuh tanpa pamrih, meski kerap terlukai tapi rasa itu tetap setia menanti hal-hal yang tak terduga yang akan menghampiri. Siapa, sih yang bisa menolak rasa? Ketika tidak diakui pasti meninggalkan perih. Maka memendam rasa adalah cara mencintai paling rahasia; setidaknya rasa yang dimiliki bisa hidup selamanya mengembara dalam dada. Bagiku, hati adalah arah kemana langkah kita akan bermuara. Kisahku ini memang tentang rasa yang belum pernah kutitipkan pada siapa pun kecuali Dia, tapi aku berharap semoga setia masih memberiku kekuatan untuk bertahan dalam rasa yang belum juga terbalaskan. Aku Raihan Habib, dan ini tentang kisahku dan isi hatiku yang kutujukan untuk kalian. "Hati adalah penentu yang tidak menuntut apa pun dari diri, tapi ia tetap pada ketulusannya. Dan hati pula adalah penentu dari sikap, lisan, dan pikiran yang akan selalu membawa pada kebaikan. Itulah mengapa Allah menitipkan hati agar setiap kita sadar bahwa segala perbuatan hanya Allah yang maha mengetahui." - Raihan Habib - |Copyright©2021, Wahyudi Pratama|
All Rights Reserved
#36
novelreligi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Sebuah Rasa
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • Senja yang Tersamarkan (COMPLETED)
  • Kurindu Baginda✔️ [END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines