Game Over

Game Over

  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Hubungan kita sudah selesai, sampai disini saja." Bara memberikan seragam jersey hijaunya, melepaskan kalung yang Kinaya berikan. "Kenapa harus sekarang?" Tanya Kinaya sambil menatap arah netra cowok itu dengan tatapan penuh kecewa dan rasa hampa yang menghampirinya. "Soalnya gue baru nemu cewek idaman gue," Jawab Bara dengan nada santai yang membuat Kinaya nyaris ingin menonjok dada bidang cowok itu dengan tonjokan yang sangat keras. "Sori, untuk sekarang lo bukan cewek idaman gue lagi, Ki." Tambah Bara. "Hubungan kita selesai, sampai di sini saja." Bara meninggalkan Kinaya, jauh sangat jauh dari jangkauan raga Kinaya saat ini. Kinaya membuang asal jersey hijau itu, kini perasaannya mulai bercampur aduk antara resah dan sedih menjadi sedikit bahagia karena kini, Garda malah datang menghampirinya. "Game over kan, Ki?" Suara Garda tiba tiba saja terbesit di pikiran Kinaya, diantara hamparan manusia yang ada di lapangan basket ini mengapa harus cowok seperti Garda yang mengucapkan kalimat itu ? © 2022 Limochou_
All Rights Reserved
#83
baca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Cuaca
  • Arsyilazka
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Only You [Slow Update]
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Dear You! It's Okay, I'm Fine
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Bidadari Rasa Setan (End)
  • Game Over: Bull's Eye

Ketika lelaki yang ia cintai menolak pernyataan cintanya, Caca bertekad untuk menaklukkan hati lelaki itu. Lagipula, sebelum janur kuning melengkung, kesempatan cinta masih ada meskipun Edgar sudah memiliki kekasih. * * Caca, seorang cewek kelas XII SMA, diam-diam telah jatuh hati kepada sosok Edgar, barista sekaligus pemilik cafe tempat ia dan teman-temannya sering nongkrong. Meski ia tahu bahwa Edgar sudah memiliki Alisa di sisinya, Caca bersikeras untuk mendapatkan hati cowok itu. Awalnya Edgar hanya menganggap Caca sebagai adik dan pengunjung cafe namun dengan berjalannya waktu, ia mulai merasakan ada sesuatu dalam diri gadis itu yang menarik perhatiannya. Dan ketika Caca akhirnya memutuskan untuk move on, justru Edgarlah yang tidak rela dan mulai merindukan gadis yang bersikap seperti bocah dan selalu tidak mau kalah itu. Apakah ini berarti cinta Caca tidak bertepuk sebelah tangan? Lalu apa yang akan terjadi jika Alisa menyadari sikap pacarnya yang mulai berubah itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines