Garis Pelangi

Garis Pelangi

  • WpView
    LECTURES 2,540
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Chapitres 12
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., oct. 24, 2021
"Papa sudah membicarakan ini dengan Mama, mungkin kalian sudah mendengar juga dari Mama. Jadi Papa harap kalian mau menerima adik kalian dengan senang hati. Menganggapnya sama seperti satu sama lain dari kalian." suara berat pria paruh baya itu penuh ketegasan namun tenang yang mampu sedikit mengintimidasi seluruh anggota keluarga. Walau anak anak mereka tak sepenuhnya menyetujui pernyataan itu namun mereka tetap menurut tanpa mau membantah yang mungkin akan menyebabkan keributan lagi dan lagi. "Besok sore dia tiba di sini. Papa mau kalian memperlakukanya dengan baik. " Begitu sambungnya, lantas segera beranjak dari tempat duduknya, menyudahi sarapan paginya untuk segera berangkat ke kantor. Istri nya pun turut beranjak, mengantar suaminya dari depan rumah. "Terima kasih Ma, sudah ngertiin Papa .." ujarnya pada sang istri sembari mengecup pelan kening istrinya itu. "Sama sama Pa .. Seiring waktu anak anak pasti mau mengerti .." ujarnya lembut. "Iya, semoga saja. Aku juga berharap seperti itu."
Tous Droits Réservés
#330
saudara
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • #1 | Love in Chaos [Sudah Terbit]
  • Secretly Looking at You (END)
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • All Is Well
  • Yang Terlupakan

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu