Eternal Silence

Eternal Silence

  • WpView
    Reads 277
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 19, 2021
WpInfo
Fiction
Paranormal
18++ Ingatan pertamaku adalah keheningan. Banyak yang ingin aku tanyakan, namun hanya di jawab dengan keheningan. Tak ada yang bisa menjawabnya, sampai akhirnya orang itu datang. Dia datang dengan tatapan yang sama dengaku. Ia ingin berkata-kata, namun hanya bisa membisu. Tapi dari kebisuannya, aku tau satu hal. Dia... merindukanku. . . . "Kakak? Kau Kakakku? k-kita saudara kandung?" "Sstt... tenanglah. Tak apa-apa. Semua akan baik-baik saja." "Apapun yang terjadi. Kau tetap gadis kecil kami. Satu-satunya dalam hidup kami. *** Ini cerita pertamaku^^ Semoga kalian suka ya:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In the Future Without You
  • Story of My Life With You
  • THE SECOND ENDING [END]
  • Villainess Illusion
  • Life: Of The Fantasy World
  • ku rebut cinta nya dari mu (On Going)
  • The NECROMANCER
  • Red Diamond✔ [ Selesai]
  • Obsesi Para Tokoh [END]
  • Aku Bukan Vellyne [END]

Matanya terlihat sangat indah, bagai permata yang telah lama hilang. Menyimpan ketertarikan yang menarik perhatian banyak orang. Seluruh dunia seolah membencinya tanpa syarat dan membawanya pada kesepian. Beban itu terlalu berat untuknya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya terpaku dalam diam di dekatnya. Tanpa mengeluh sedikit pun ia terus menanggung semuanya sendirian. Menerima seluruh kebencian yang diberikan padanya. Ia terus memamerkan senyumnya yang tidak pernah hilang, tapi perasaannya sendiri sudah hancur. Menyembunyikan betapa sakitnya semua hal yang telah ia lalui selama ini da apa yang akan terjadi setelahnya. Dia telah terluka lebih dalam daripada siapa pun. Beberapa tahun yang telah kuhabiskan dengannya tidak mengubah kenyataan. Semua tindakannya hanyalah kebohongan, dia tidak pernah melihatku sama sekali. Apa yang harus kulakukan untuknya agar ia menyadari bahwa aku selalu ada untuknya? Tanpa tahu apa-apa dan hanya bisa diam. Aku ingin dia tahu bahwa aku ada untuknya. Aku juga ingin bisa melindunginya ... dengan segenap jiwa rapuhku ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines