Story cover for wavey by athanamy
wavey
  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 06, 2020
"Apa kamu akan menganggapku sampah jika ibu kesayangmu itu juga hidup seperti aku?" Gadis itu mengatur raut mukanya hingga tampak sangat menyedihkan, lalu tertawa kencang.

"Kamu menakutkan. Tidak dengan ibuku."

Mendengar itu, sang gadis yang tengah dicela menyeringai. 

"Sudah lihat ibumu tunduk di bawah kakiku? Membawa mata pisau berlumur darah dan bangga dengan apa yang telah dia lakukan?" Tanyanya memberikan pernyataan.

"Untuk apa ibuku bersujud di bawah orang bodoh sepertimu?" Lelaki itu berusaha menyangkal.

"Aku tahu kamu sudah mengerti apa itu fakta. Dan aku tidak bodoh, Bodoh."


-wavey.
All Rights Reserved
Sign up to add wavey to your library and receive updates
or
#87chloe
Content Guidelines
You may also like
BUMANTARA by wlnnura26
14 parts Complete
PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?
JANUARGHA by scorpiocegil
11 parts Complete Mature
Kisah ini tentang seorang cowok culun bukan culun lebih tepatnya tidak mengikuti zaman, gaya nya gitu gitu aja. Namun dia mencintai seorang wanita cantik,manis,imut, baik paket komplit banget Namanya Clarissa angel, siapa sih yang kenal dengan Dewi SMA tunas bangsa ini. Tetapi dia tidak pernah dianggap ,walaupun sudah banyak cara yang dilakukan untuk mendekati Clarissa. Hingga suatu hari di rooftop sekolah dia berteriak dan mengatakan bahwa dia mencintai Clarissa tetapi dia tidak tahu bahwa disana seorang perempuan yang sedang tidur. Hingga akhirnya perempuan itu lah membantu cowok itu supaya bisa mendekati Clarissa dengan merubah penampilan nya agar dia dianggap ada bukan sebagai Upik abu aja. ________________________________________ " Kenapa aku lebih nyaman dengan kamu daripada pacar aku yang udah lama aku suka" cetus Arga "Astaga Arga,bukan penampilan kamu yang harus di rubah juga ya tapi cara pemikiran kamu, kan kita emang sahabatan aku nerima kamu apa adanya" Arga menatap lekat wajah wanita di depan nya dengan raut wajah yang tidak dapat di tafsir kan "Aduh gini ibaratnya itu kamu suka Ama buah nanas Ama pisang, terus kamu lebih suka nanas tapi ketika kamu makan nanas kamu bakalan sakit dan pilihan nya kamu lebih nyaman dengan pisang" jawab zasya dengan semangat "Inti nya berarti aku lebih memilih nyaman bukan tersakiti" tindas Arga sambil melihat bintang di langit Zasya tertawa kecil " emang ya otak kita itu gak sejalan dengan hati, ego itu ada di otak perasaan itu ada di hati, jadi ikuti yang kamu mau!"
You may also like
Slide 1 of 10
BUMANTARA cover
Possessive Psychopath (TERBIT) cover
JANUARGHA cover
Dua jejak, satu jalan [End] cover
My Enemy Is Mine cover
PacarkuPshycopath (TAMAT) cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
MY SWEET PSYCO (ON GOING) cover
Angelista Geavano [Completed] cover
Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔) cover

BUMANTARA

14 parts Complete

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?