Rumpang | haechan

Rumpang | haechan

  • WpView
    Leituras 84,192
  • WpVote
    Votos 14,356
  • WpPart
    Capítulos 32
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, dez 11, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
Lugas Dikta Adiguna selalu ingin menyelesaikan paragraf rumpang dalam satu kisah yang ditulisnya bertahun-tahun lalu. Paragraf tersebut berisi deskripsi pasal keluarga, Mama, Papa, Kakak, dan segenap tokoh lain yang ia idolakan. Dahulu sekali ketika ia masih menjadi murid sekolah dasar, Dikta tidak mampu mengakhiri kalimatnya sendiri, sebab pemeran dalam hidupnya perlahan-lahan pergi. Dikta hidup bersama peristiwa sederhana yang mengajarkannya pasal mengerti dan menerima. Hingga suatu hari yang pergi datang kembali, Mama dan Kakaknya yang lama hilang kini telah pulang. Dapatkah Dikta menyelesaikan segalanya? copyright 2021 by zulfambr.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • HIDDEN I (The End)
  • Cinta pertama dan terakhir (LuRah)[END]✓
  • LUKA PUNYA CERITA
  • AKSARA [✔]
  • Langit untuk Asa
  • But I'm also tired
  • Maaf' (Revisi)
  • NALA KEENARA [Hiatus]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo