Jenuh

Jenuh

  • WpView
    LECTURES 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., nov. 15, 2020
Terkadang aku hanya bermimpi dilahirkan untuk menjadi wanita yang normal. Yang memiliki segala kesederhanaan dan kehangatan keluarga seperti yang lainnya. Namun aku menjadi wanita yang harus berjuang sendiri, dengan sejuta beban masalahnya. Dan dituntut untuk menjadi wanita super mandiri, bahkan melebihi batas kemampuan yang aku punya. Terkadang aku jenuh dengan kehidupan yang menuntutku menjadi wanita yang tangguh, terkadang aku ingin selalu mengeluh. Yang ku khawatirkan adalah ketika aku sudah berada di ujung, dan sudah tak sanggup lagi. Bahkan aku lupa bagaimana cara bahagia, selain bersyukur. Lupa bagaimana cara aku tertawa, tanpa luka di kemudian harinya. Bagaimana cara bersosialisasi, tanpa mengasingkan diri di kerumunan. Bagaimana merasa sama dan berhak bahagia. Sepertinya titik jenuh yang ku alami sudah pada tahap mati rasa. Hingga aku tak pernah mencoba berharap sebentar saja. Tak ada anak yang bahagia, saat mereka harus memilih hidup dengan orang yang melukainya. Tak ada anak yang ingin menjadi beban orang tuanya. Dan tak ada anak yang tak menginginkan kasih dari orang tuanya, bila ada maka sungguh mereka telah berharap dan di kecewakan sedalam dalamnya.
Tous Droits Réservés
#516
mental
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Menyerah atau Bertahan?
  • BINA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Hopeless
  • Breathe
  • Paradise

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu