Destiny | Lee Jeno

Destiny | Lee Jeno

  • WpView
    Membaca 127
  • WpVote
    Vote 22
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 2, 2021
"Hmm kenapa banyak kebetulannya ya? Apart kakak kita, terus ternyata mereka juga temenan, terus sekarang rumah kita yang ternyata cuma beda blok" ucap Jeno. "Tuh kan Jen bener, jodoh kali kita hahaha" ucap Sooyoung sambil tertawa. Jeno yang tadinya tersenyum tiba-tiba tersentak kaget, padahal ia juga tau kalo Sooyoung bercanda, tapi kenapa dia jadi deg-degan sih? "Duh bercanda lo gak baik buat jantung gue nih Suy" ucap Jeno sambil memegang dadanya. . . . "Bercandanya gue juga gak baik buat jantung gue sendiri Jen" All pict from pinterest💘
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
gongmyung
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • It's Always Been You✔️
  • Je t'aime |Noren |Nomin|
  • Revolted Heart
  • PAPA JEN ❌ JENO [END]
  • NOMIN-MARKHYUCK | Est-ce que t m'aimes ?
  • Blue Sky » Jaemin X You
  • Dear Nana [Nomin]
  • Red String » Haechan X You
  • Household Incident🔞 || Chenji/Jichen (END)✔️

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan