desapontado

desapontado

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
Dia dipenuhi kekecewaan. Wanita yang ingin menunjukkan pada dunia, dia bisa, dan baik-baik saja tanpa sebuah batasan. Enggan berkenalan dengan rasa, dia hanya mengenal keinginan. 'Laksa Lianamera- Hidupnya tak semuanya tentang kecewa. Dia berteman akrab dengan sesuatu yang sering disebut ketulusan. Mengajarkan suatu kerja keras, menggambarkan suatu ketulusan nyata, memperlihatkan pada semua orang pengorbanan tidak hanya untuk orang yg bisa menghargai. 'Ajelio Khaisar Pradana- Dia berpikir dialah yang paling dikecewakan. Berangan angan dia akan membalaskan semua kekecewaan. Dia akan ikut tertawa dan tak segan menangis jika hal itu bisa membuatnya mendapatkan apa yang diinginkan. Berteman akrab dengan segala macam kepalsuan. 'Genaldo Laska Vihokrata - Dia berhasil mendapatkan semuanya,namun ia tetap bersikukuh tak ingin bersinggungan dengan kebahagiaan. 'Ranchoejmpl-
All Rights Reserved
#14
diktator
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • SUATU HARI
  • ZERGAN
  • BAYANG SEMU [END]
  • Antara Kita [ Arya Mohan & Aqeela Calista ] Hiatus✔️
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)
  • RAYZA (REVISI)
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines