Story cover for "Mars In October" by hyunseo19
"Mars In October"
  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Oct 07, 2020
𝓚𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝓼𝓮𝓼𝓮𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓮𝓱𝓪𝓻𝓾𝓼 𝓷𝔂𝓪 𝓪𝓴𝓾 𝓼𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰𝓲 𝓴𝓮𝓽𝓲𝓴𝓪 𝓶𝓪𝓼𝓲𝓱 𝓭𝓲𝓼𝓲𝓷𝓲 𝓶𝓪𝓵𝓪𝓱  𝓽𝓪𝓴 𝓴𝓾 𝓹𝓮𝓭𝓾𝓵𝓲𝓴𝓪𝓷? 𝓓𝓪𝓷 𝓴𝓮𝓽𝓲𝓴𝓪 𝓭𝓲𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓱𝓲𝓵𝓪𝓷𝓰,𝓪𝓴𝓾 𝓫𝓪𝓻𝓾 𝓶𝓮𝓷𝓬𝓪𝓻𝓲 𝓬𝓪𝓻𝓲 𝓷𝔂𝓪. 𝓢𝓸𝓼𝓸𝓴 𝓪𝔂𝓪𝓱 𝓼𝓮𝓹𝓮𝓻𝓽𝓲 𝓪𝓹𝓪 𝓪𝓴𝓾 𝓲𝓷𝓲.  𝓐𝓹𝓪 𝓪𝓴𝓾𝓾 𝓹𝓪𝓷𝓽𝓪𝓼 𝓭𝓲𝓼𝓮𝓫𝓾𝓽 𝓪𝔂𝓪𝓱?

-𝔃𝓮𝔂𝓱𝓪𝓷¦𝓐𝓭𝓱𝓮𝓫𝓪𝓻𝓪𝓷
All Rights Reserved
Sign up to add "Mars In October" to your library and receive updates
or
#41mars
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
The Best Ending [ END ] cover
All The Small Thing cover
my devil is my love cover
obsesi seorang mantan pacar  cover
OBSD 🔞 cover
Hanya dirimu cover
Love at different times cover
[END] Thanks For Your Memories  cover
Jodohku adalah ayah angkatku cover
Almost (COMPLETE) cover

The Best Ending [ END ]

14 parts Complete Mature

"Dua tahun itu lama Hyung, ada 24 bulan, dan lebih dari 700 hari, apakah selama itu, hatinya tak pernah terbuka untukmu? Kau bodoh atau apa sih hyung?" Aku hanya diam menatap pria yang duduk di depanku. Wajahnya terlihat kesal karena sejak tadi aku hanya diam mendengar ocehannya. "Kau tak akan mengerti apa yang saat ini aku rasakan, sampai kau menemukan seseorang yang bisa membuat hatimu tak hanya bergetar, tapi juga membuat seluruh isi kepalamu ingin melakukan semua untuknya. Entah itu menyakitimu sendiri atau bahkan di luar nalarmu sebagai pria." "Kau bodoh! Logikamu kalah dengan perasaanmu. Kau biarkan perasaanmu mengambil alih semuanya. Ayolah hyung! Berhenti mengharapkan dia membalasmu, dengar! Aku bisa mencarikanmu ratusan perempuan yang lebih baik darinya. Jadi... Ceraikan dia hyung." Aku hanya menarik nafas panjang kemudian membuangnya dengan perlahan. Bukan tentang dia yang tak mencintaiku lalu dengan gampang aku katakan kita bercerai. Tidak! Sekalipun dia berteriak di depanku meminta cerai, aku tak akan melakukannya. Bukan karena aku bodoh, tapi karena janji yang sudah kuucapkan bukan hanya di hadapan Tuhan, tapi juga di hadapan kedua orang tuanya, bahwa aku hanya menikah sekali seumur hidupku.