Love at That Time [ON-GOING]

Love at That Time [ON-GOING]

  • WpView
    Membaca 169
  • WpVote
    Vote 28
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 5, 2021
Sebuah cerita cinta yang beragam rasanya antara gadis remaja yang naksir berat dengan kakak kelas tampan idola sekolah. Cerita cinta yang tak selalu mulus dan kadang berjalan tak sesuai harapan. Namun penuh geliat gelora masa remaja yang manis bergairah. Cinta memang buta. Ya, kalimat itu cukup pantas untuk disematkan bagi diri Rara yang mati-matian mencintai cinta pertamanya, Gala, yang juga berusaha mati-matian menolak cintanya. Meskipun ada sosok Denis yang selalu setia menjadi tempat tumpah ruah tangis dan curhatan ngenes Rara disampingnya, tak serta merta membuat Rara berbalik memendam rasa yang sama. Perihal cinta memang tak ada habisnya. Soal rasa, tetap hati yang jadi tuannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senja Yang Sunyi
  • Sunyi yang Menyatukan
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Gugup Itu Tanda Suka
  • Love Life Friendship
  • Terpaan Angin Masa Lalu
  • 𝓙𝓮��𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan