Soul B Phoenix: Next S

Soul B Phoenix: Next S

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 20, 2020
Chapter lanjutan dari @Gunhasan #SoulBPhoenix... ******* "Gery??... Apa??... Aku tak bisa mendengar??!!... Hai!!!...Bicara...Tut...Tut... Tut...SIALL!!!"... Brian menggeram. Semua yang melihat hanya diam, tak berani bertanya. Karna itu sama saja menggali kuburan sendiri. ****** Sisi Lain... Kingdom Place... "Apa semua nya baik-baik saja?"... "Berdo'a lah. Semoga mereka bisa kembali lebih cepat..."...Dia menunduk sopan dan menghilang secara perlahan. ****** "Jong... Apa yang harus kami lakukan??..."... Ian menatap tajam. "Aku izin kan kalian "Membereskan" mereka..."... Setelah mendengar nya, mereka langsung pergi. "Zee???... Mereka akan membayar nya.."... Jong mengelus lembut kepala Zee.
All Rights Reserved
#2
bossmafia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAREAPADA [Revision]
  • BROTHER (NCT Brothership)
  • SHORT STORY || EXO
  • Batara dalam hening Jogja
  • Gomawo Hyung [END]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • O.V.E.R.D.O.S.E ( BTS X EXO ) - Tamat -
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|
  • pengawal!? ||svt GS [TAMAT]

Mareapada The Secret of The Universe. Ketika semuanya telah hancur dan terlambat. Hanya keluarganya yang bertahan, dan terlambat menyelamatkan perempuannya. "Aku saja yang dihukum, mengapa harus dia juga?" Mereka melindungi sekaligus menghancurkan. Memang seharusnya karma menyertai keduanya. Kembali kepelukan. Namun, dunia yang berbeda untuknya membuat Arte Daimon memanfaatkan anak sulung pengusaha terbesar yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun dan terus beregenerasi, yang diketahui manusia. Mungkin, ini keserakahan yang dapat dimaklumi. "Apapun untuk kebahagiannya, waktunya terlalu singkat untuk hidup. Kalau dia mampu menembak jantungku, aku ingin mati secepatnya, bersamanya, berulang kali." Asgar mengulangi lagi ucapannya, "kak, apa yang mami lakukan sampai kita dapat hukuman? Apa yang kamu lakukan dengan semua pecahan kaca ini?." Achilles hanya menggeleng dan menjawab. "Asgar, hiduplah seperti yang kamu mau saja, jangan pedulikan aku. Berbahagialah!" Laki-laki bersaudara itu hanya saling menguatkan, dan bertindak semaunya demi keinginannya tercapai. "Demi Arte, 'kan?" 2025©AISA

More details
WpActionLinkContent Guidelines