Samudra Langit Biru;SVT LOKAL.

Samudra Langit Biru;SVT LOKAL.

  • WpView
    Reads 386
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 8, 2021
WpInfo
Fanfic
Seventeen
:: Namanya Samudra, Cowok dingin bak teluk alaska yang udah bikin para kaum hawa terpesona dengannya. Samudra dengan sejuta pesonanya, membuat siapapun akan jatuh kepadanya. Samudra pandai, iya, pandai menutupi segalanya, Berlagak seolah semuanya baik baik saja, Berakting seolah ia hidup dengan bahagia. Tidak, orang-orang salah, Samudra yang Tampan dan Menawan itu tidak menikmati setiap detik dari hidupnya. Tidak ada tempat berteduh, Tempat kembali, Tempat dimana kita bisa menemukan kebahagiaan untuk Samudra Perihal Ini, Samudra cuma bisa berharap, Datang seseorang yang selalu bisa membuat ia mengetahui apa itu arti Kehilangan, Memberi kesempatan untuk pulang, dan selalu menjadikan Tempat Kembali sebagai Alasan © swtcgrtts • 2020
All Rights Reserved
#440
wonwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANAVRTA
  • Alone || Joshua Hong FF {Seventeen} [END]
  • LONELY SILENCE // JOSHUA HONG
  • Chandra Vereendra || Dino Seventeen
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • All MY JOBS 21+ (ON GOING)
  • separuh cintaku
  • Semicolon ; Memories
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Wish on The Same Sky | LJH 📌
ANAVRTA

Seorang pria bernama Samudra, belum selesai dengan masa lalunya. Bayangan tentang seseorang yang telah tiada terus menghantuinya, membangkitkan rasa bersalah yang tak kunjung reda. Setiap malam, kenangan itu datang mengoyak tenang, menyesakkan dada. Sejak saat itu, ia hidup dalam keterpurukan. Menyakiti diri sendiri, tenggelam dalam penyesalan yang tak pernah benar-benar diucapkan. Hari-harinya diwarnai kecemasan, malamnya penuh luka yang tak terlihat. Lalu datang seseorang. Lebih muda, tapi sabar dan penuh pengertian. Ia tidak menyembuhkan, tapi menemani proses yang panjang dan menyakitkan itu. Bersamanya, luka-luka perlahan tertutup, harapan kembali tumbuh. Butuh waktu lama, nyaris dua tahun. Namun akhirnya, ia bangkit. Dan di akhir perjalanan itu, ia memilih perempuan yang bersedia berjalan bersamanya sejak awal. Bukan karena ingin melupakan masa lalu, tapi karena yakin masa depannya dimulai bersama perempuan itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines