Unrighteous 2

Unrighteous 2

  • WpView
    Membaca 22,881
  • WpVote
    Vote 2,232
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 13, 2026
Menjadi seorang istri dari Zefalio Dirgantara setelah melewati banyak lika-liku hidup tentunya menjadi anugerah bagi Prillyka Maury. Apalagi dirinya dikelilingi orang-orang tersayang seperti mamanya, kedua mertuanya, Alya yang merupakan sahabat sekaligus adik iparnya, dan juga hadirnya seorang jagoan kecil bernama Theo Dirgantara yang benar-benar bak tiruan ayahnya. Hidup Prilly tampak begitu sempurna. Tapi apa itu artinya bahtera rumah tangga nya bersama Ali akan selalu baik-baik saja? Apakah semua hal itu menjamin kebahagiaan Prilly? #1 - aliandosyarif (01/11/2021) #5 - ggs (03/12/2021) #9- aliandosyarief (05/11/2021) #251 - ff (03/11/2021) #809 - fanfiction (05/11/2021)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#297
ggs
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dia Bahagiaku
  • Prilly's Riddle (I LOVE YOU 1000 ×)
  • Destiny And You
  • The Best My Husband
  • Prilly, I love you! | END
  • Pretentious
  • Happy Family [SELESAI]
  • You Broke My Heart*editing*
  • Cupcake Love 2
  • Belatedly Love You 1 & 2

Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan