MILLO  [On Going]

MILLO [On Going]

  • WpView
    Reads 29,786
  • WpVote
    Votes 3,464
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 12, 2022
Millo Salvio Wijaya, Seorang Siswa Pintar yang menyandang jabatan sebagai Ketua Osis. Ia terkenal dengan wajah Tampan, dan Sikap Dingin nya. Sampai-sampai Semua Gadis Di Sekolah memuja dan mengejar Millo, dengan bebagai cara. Tapi, Millo tidak pernah menoleh kearah salah satu pun dari Mereka. Sejak awal, Millo sudah memfokuskan hati nya terjatuh pada Seorang Gadis bernama Maura Mentari, Gadis yang tidak terkenal, Tidak terlalu pintar, dan tidak memiliki kelebihan apapun di banding Para Gadis yang mengejar Millo. Tapi Bagi Millo, Mentari adalah yang terbaik. Gadis itu adalah Pacar yang selalu memahami nya. Di saat Millo tak bisa bersikap romantis Dan sangat hangat pada Orang yang di cintai nya, Mentari selalu mengerti akan dirinya. Sampai saat dimana Mentari mengerti semua tentang Millo, Tapi Millo tak dapat Mengerti apapun tentang Mentari. Termasuk, Rahasia terbesar Gadis itu yang di sembunyikan pada Orang banyak. Cukup Orang Tua, Keluarga, dan Sahabatnya lah yang tahu.
All Rights Reserved
#52
lovestroy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • Satria&Keisya
  • Rewrite The Star || NCT WISH {END}
  • 'ɪɴ ᴍʏ ᴅʀᴇᴀᴍ...~𝙹𝚎𝚗𝚁𝚒𝚗𝚊 (𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝) ✅
  • Cold-Hearted Crush! - Jeno & Yeji
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Level Up • NoHyuck •
  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines