R A E L
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 14, 2020
"Tuhan tidak menjanjikan langit selalu biru, bunga untuk selalu mekar dan matahari yang selalu bersinar. Ketahuilah, bahwa dia selalu memberi pelangi di setiap badai. Akan ada kebahagiaan setelah kesedihan, percayalah" *** Quotes atau kata kata itulah yang cocok bagi alur kehidupan gadis yang sangat ceria dan cerdas. Tapi itu sebelum suatu kejadian yang menimpanya. Semua anggota keluarganya menatap gadis imut itu dengan tatapan kecewa. Mereka tidak marah, hanya tidak menyangka gadis cerdas itu telah melakukan hal yang tidak sewajarnya. Hanya kakaknya tempat untuk berlabuh kesedihan. gadis itu telah menjelaskan yang sebenar benarnya kepada anggota keluarganya. tetapi mereka tidak percaya kepada gadis itu. ingin tau kelanjutan kisahnya? Silahkan masukkan ke perpustakaan ya cerita ini. jangan lupa vote, comment and sharenya para readers. Terimakasih.
All Rights Reserved
#538
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Suka Cherry
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • A Fractured Soul
  • Bukan Sweet Seventeen - [ TERBIT NOVEL ]
  • Let Me Love You Longer
  • I'm okay (END)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • if tomorrow is dead,what would you do?
  • SARAY(U) [Completed]
  • You Are My Only One (REVISI)

"Cher, lu yakin ini tasnya?" tanya seorang gadis dengan wajah was-was melihat sekitar nya. "Iya tenang aja, aku yakin banget ini tasnya," Gadis itu sangat yakin kalo tas ini milik orang itu. "Yaudah, cepetan masukin sebelum keburu masuk." Gadis itu pun dengan cepat memasukkan sesuatu ke dalam tas itu. "Udah beres," Ucapnya sambil meletakkan tas itu ke tempat nya semula, agar tidak dicurigai oleh sang empunya. Mereka pun cepat-cepat keluar dari kelas itu sebelum ketauan dan bersembunyi di balik tembok. Mereka sangat yakin kalau rencana mereka pasti berhasil. Dan tak lama setelah itu, mereka mendengar suara gaduh di koridor menandakan bahwa murid-murid dari kelas tersebut telah kembali dari lab. Hingga kemudian "SIAPA YANG MASUKIN KAOS KAKI BAU INI KE DALEM TAS GUE." Deg. Suara itu. Bukan milik orang yang mempunyai tas tadi. Melainkan suara orang lain. Mereka berdua pun saling memandang satu sama lain dengan wajah penuh keringat dan bersiap mengambil ancang-ancang untuk berlari dari balik tembok sebelum ketahuan. Tapi sayang, usaha mereka gagal karna orang yang ingin mereka kerjai malah melihat mereka. "Bar, gue tau siapa yang masukin." Sial. Mereka ketauan. Tamatlah sudah riwayat mereka berdua.

More details
WpActionLinkContent Guidelines