We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Roda
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 8, 2020
WpInfo
Poetry
Lihatlah ia, si berdasi dengan perut menyembul bak gunung yang siap memuntahkan lahar serakahnya. Lalu kami, mengais meminta belas kasihnnya. Tidakkah ini adil menurutmu? Maka aku hanya menunggu, bisakah semesta berpihak padaku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • HIJRAH UNTUKMU
  • laut Tolong Bawa Aku Pulang
  • Dia Semesta
  • Rain
  • TITISAN BALAS DENDAM
  • Light After Darkness  {OHMNANON}
  • sebenci itu??
  • The Goals Destiny

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines