I'm not psikopat

I'm not psikopat

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 9, 2020
Gadis kelahiran belanda dan jakarta ini kerap di panggil ayla. AYLA FRENSISCA gadis berumur enam belas tahun ini, ia sering di ejek sebagai psikopat oleh teman sekolah nya karna kelakuan nya yang kalau tidak suka sesuatu akan dihilangkan nya. Ayla memiliki paras cantik , rambut panjang pirang , mata indah berwarna biru dan sipit , dan tinggi 170 cm , walaupun begitu ia tak seperti yang lainnya ia selalu di buly dihina psikopat dan di kucili di sekolah nya . Ayla terlahir dari keluarga kaya raya namun keluarga nya selalu mengucili nya menganggap ayla hanya lah seorng parasit di keluarga nya. Entah kesalahan masalalu apa yg dilakukan ayla hingga orang tua , dan kakak nya menbencinya. Ayla memiliki kakak perempuan yang sama cantik sepertinya ,kakak nya adalah gadis populer di sekolah nya, fans nya dimana mana , namun tak ada satupun yang tau kalau ayla adalah adek nya. Udah sampe situ dulu ya gaes kalo kepo sama cerita nya yuk baca:)
All Rights Reserved
#449
nakal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • mommy aralie?
  • Nathina (Sudah Terbit)
  • Kesedihan seorang Aira
  • TATA SURYA
  • Spike !!! (JKT48 Gen 12 FANFICTION)
  • Saat Dunia Hancur
  • She's mine (lilynn) END.

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines