The Fifth

The Fifth

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 14, 2021
Sekali - sekali, Rayne coba minggat. Kalau - kalau berhasil? Tak ada yang peduli. Mungkin kalau Rayne hilang, semua akan mencarinya. Tidak bagi orang itu. Ia kesepian. Menutup muka dari dunia. Mungkin ia punya rencana? Atau tidak. Pelarian berjalan amat lancar jika kau tidak membuat satu kesalahanpun. Kesalahanku? Mabuk. Kalau diingat - ingat, lebih baik selesaikan masalah yang lama. Jangan kabur. Dasar pengecut. Kejadian itu menyeret kami ke palung laut. Tertekan ke dasar bumi, tersudut keujung dunia, menyaksikan ekosistem laut dengan jutaan hewan yang siap menerkam. Gelap, banyak kemungkinan bisa terjadi. Namun kau harus berada dalam kapal selam. Kalau alam bosan, ia melakukan mukjizat. Kami mungkin lolos. Tapi, hidup ini membosankan. Sedikit bumbu akan membuat kita bersyukur.
All Rights Reserved
#46
mystery-thriller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • ARISE
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓]
  • SIKLIK
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Mantra Penghancur Moral
  • I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka
  • Effort 2 [ Completed ]

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines