Close my eyes

Close my eyes

  • WpView
    LETTURE 23
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, ott 28, 2020
WpInfo
Narrativa
Horror
Gimana rasanya jika kamu bisa melihat masa depan orang lain dan melihat kapan orang tersebut akan mati dengan hanya menutup mata mu. "kenapa semua orang punya angka sebenernya apa yang terjadi sama gue sih" ujar gadis berusia 16 tahun itu dengan raut wajah bingung. penasaran? penasaran?? Jika ada kesalahan dalam penulisan bisa komen ya:v Jangan lupa vote&follow akun author DILARANG KERAS MEMPLAGIAT MY CRITA trimakasih yg udah nge vote and membaca:3
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Dedarah 「END」
  • KEJAWEN : jilid 2
  • Bukan Manusia (END)
  • Anaking
  • 3 sahabat yang terpencar
  • The Girl Red Eyes
  • Aku Tahu Kapan Kamu Mati (Sudah Terbit & Difilmkan)
  • Ruang tua 12.A  (Tamat)
  • Voynich
  • 𝙅.𝙋 (𝙎𝙀𝘼𝙎𝙊𝙉 2 "𝘿𝙄𝘼" 𝘾𝙀𝙈𝘽𝙐𝙍𝙐)

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti