Énouement

Énouement

  • WpView
    Reads 885
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Delvin Arion. Orang-orang menyebutnya sebagai pangeran kegelapan. Hidupnya sungguh misteri, tidak bisa diusik oleh seorangpun kecuali kedua sahabatnya, Varen dan Gibran. Pribadi yang gemar menyiksa orang lain yang menurutnya pantas untuk disiksa. Dimaira Himeka. Seorang gadis dengan masa lalu yang kelam. Bagi Maira, tersenyum tanpa beban adalah sebuah perjuangan yang selalu dia usahakan. Dia hidup apa adanya, merawat sang Kakak tanpa orang tua. Sikapnya yang keras kepala dengan mulut tanpa hati, adalah tembok pertahanan Maira. Maira selalu memimpikan kehidupan yang tenang. Namun, mimpi itu seketika hancur ketika ia terlibat dalam masalah yang membawanya pada Delvin. Delvin tak henti menyiksa, Maira tak berniat menyerah. Dua orang dengan kepala sekeras batu itu, terus dipertemukan seolah kebetulan. Tetapi, bukankah semua yang terjadi di dunia ini adalah takdir? Entah mereka akan saling melukai, atau saling menyembuhkan. Siapa yang tau? *** Maira itu seperti bulan. Sisi terangnya hanya bisa dilihat oleh orang yang dunianya sama gelapnya seperti Maira. Dan Delvin memenuhi syarat untuk melihat itu. Hasil karya sendiri, harap tidak mengklaim atau meniru.
All Rights Reserved
#521
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Broken Touch (Tamat)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Vulnere ✔
  • DAREN [End]
  • Why Him? [COMPLETED✓]
  • I'am Broken
  • Papah Untuk SNORA [End]
  • ARION [END]
  • Retrouvailles

"Buka mata kamu. Jawab sambil liat abang! Kamu hamil?" "Emangnya kenapa kalau aku hamil?" Binar mendongakkan kepala lalu membuka matanya. Mencoba menghilangkan rasa takut dan memberanikan diri menatap mata tajam Nanda. Namun sejatinya dia tidak sendirian. Pria di depannya itu juga menyimpan ketakutan dalam tatapannya. "Abang akan bertanggung jawab." Nanda berkata pelan, ada rasa ragu dalam nada bicaranya. Suara Nanda yang sedikit bergetar membuat Binar terkekeh geli. Oh, lihatlah betapa bodoh dan dungunya pria di depannya ini. "Tanggung jawab? Bullshit. Lalu bagaimana dengan mbak Ajeng? Bukankah tinggal menghitung hari kalian akan tunangan. Dan satu lagi, kalaupun aku hamil, aku tidak membutuhkan tanggung jawab dari bajingan seperti Abang." Suaranya lantang. Tak ada lagi ketakutan dalam mata itu. Hanya ada tatapan nyalang di mata Binar. ⚠️Untuk usia 18+ Start : Agustus 2020 Finish : Agustus 2022 Baca kelanjutan cerita ini di story' ➡️ BECOME MAGISTER OR BECOME MOTHER

More details
WpActionLinkContent Guidelines